3 Rencana Lazada Indonesia Kembangkan Bisnis dalam Lima Tahun ke Depan

Sejak hadir di tanah air pada tahun 2012 silam, Lazada telah menjadi salah satu pemain e-commerce terdepan di tanah air. Menurut Co-CEO Lazada Indonesia, Florian Holm, mereka kini telah menyajikan tujuh juta produk, 24 kali lipat lebih banyak dibanding jumlah di bulan Januari 2015.

Pertumbuhan jumlah produk yang sangat cepat itu secara tidak langsung disebabkan oleh perubahan model bisnis yang dilakukan Lazada. Pertama kali hadir sebagai retail online yang hanya menjual barang-barang milik mitra mereka, Lazada justru beralih menjadi marketplace pada tahun 2013.

Meski masih tetap menjual barang dari sekitar enam puluh mitra resmi, delapan puluh persen produk yang dijual di Lazada kini justru berasal dari para pengguna yang menjual lewat jalur marketplace. Sebagai perbandingan, marketplace lokal Tokopedia dan Bukalapak saat ini pun telah mempunyai lebih dari satu juta penjual di platform masing-masing.

Peningkatan jumlah produk ini ditunjang dengan kian meningkatnya jumlah pembeli di Lazada. Meski enggan menyebut angka penjualan mereka secara pasti, Holm menyatakan kalau pada saat ramai, mereka bisa menerima 1.400 pesanan dalam waktu satu menit.

“Para pembeli tersebut tidak hanya melakukan satu kali pembelian. Jumlah pembeli yang melakukan lebih dari satu pembelian dalam waktu tiga bulan kini telah meningkat dua kali lipat dibanding bulan Februari 2015 yang lalu,” jelas Holm.

Fenomena ini menurutnya disebabkan oleh perubahan pola belanja masyarakat di Lazada. Bila sebelumnya mereka hanya membeli gadget yang mungkin hanya setahun sekali, sekarang mereka mulai mengincar pakaian dan produk kecantikan yang bisa lebih sering dibeli.

Setelah berhasil mencapai semua prestasi tersebut selama lima tahun terakhir, inilah mimpi Holm bagi Lazada untuk jangka waktu lima tahun ke depan.

Baca Juga  3 Poin Keberatan Grab, GO-JEK, dan Uber Atas Revisi Peraturan Pemerintah

Menghadirkan produk yang lebih banyak

Kantor Lazada | Photo 8

Florian Holm dan Duri Granziol, Co-CEO Lazada Indonesia

Seperti tak puas dengan jumlah produk yang sudah cukup banyak, Holm menyatakan kalau Lazada harus menjual lebih banyak produk lagi. Untuk itu, mereka pun telah menggandeng sekitar 15.000 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk berjualan di platform mereka.

“Dulu kami hanya ingin membuat semua barang yang bisa kamu beli secara offline, agar tersedia secara online. Namun kini, kami justru ingin menyajikan barang-barang yang bahkan tidak bisa kamu temukan di toko-toko offline,” tutur Holm.

Lazada telah membantu para pemilik UKM tersebut ke pasar luar negeri, yaitu Malaysia. Mereka bahkan berencana untuk turut menjual produk-produk tersebut ke negara lain di mana mereka beroperasi, serta di Cina melalui platform Taobao yang dimiliki oleh Alibaba.

Melakukan pengantaran lebih cepat

Tiki JNE - Cash on Delivery

Berkat kehadiran layanan Lazada Express dan kerja sama mereka dengan beberapa layanan logistik, Lazada mengklaim telah berhasil memangkas waktu pengantaran barang hingga dua kali lebih cepat bila dibandingkan dengan bulan Februari 2015 yang lalu.

Sebagai contoh, apabila dua tahun yang lalu kamu menerima produk dari Lazada dalam jangka waktu dua hari, maka saat ini kamu bisa menerima produk tersebut dalam satu hari.

Namun Holm menganggap kalau hal ini masih belum cukup dan masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, mereka pun menawarkan pilihan bagi para penjual di platform mereka untuk menyimpan barang di gudang milik Lazada, agar proses pengantaran bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Membuat aplikasi mobile yang lebih baik

Tip Screenshot Aplikasi Efektif | Featured

Dari tahun ke tahun, jumlah pengguna Lazada yang mengakses platform mereka lewat perangkat mobile terus mengalami peningkatan. Hanya berjumlah sekitar 34 persen di tahun 2014, jumlah tersebut telah mencapai angka 86 persen pada tahun ini.

Baca Juga  Waze: Aturan Ganjil Genap Kurangi Kemacetan di Jakarta Hingga 19 Persen

Itulah mengapa Holm berharap di kemudian hari mereka bisa menghadirkan aplikasi yang lebih baik bagi para pengguna. “Nantinya, setiap pengguna akan mendapatkan tampilan aplikasi yang berbeda, sesuai dengan kebiasaan berbelanja mereka,” jelas Holm.

Selain itu, Holm juga berniat untuk menghadirkan pengalaman memilih barang yang lebih menyenangkan. Untuk itu, mereka berniat menghadirkan forum diskusi dan blog yang berisi review barang, demi membantu para pengguna mereka menentukan pilihan.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post 3 Rencana Lazada Indonesia Kembangkan Bisnis dalam Lima Tahun ke Depan appeared first on Tech in Asia Indonesia.
[ad_2]

Sumber

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *