5 Pelajaran Kepemimpinan yang Bisa Kita Ambil dari Khaleesi di Game of Thrones

Selagi menunggu season berikutnya Game of Thrones ditayangkan, saya mencoba untuk menelaah kembali detail-detail kecil dan tersembunyi dalam serial TV yang seru ini. Sebenarnya saya menonton Game of Thrones gara-gara dipaksa oleh istri saya, padahal saya tidak menggemari genre cerita seperti ini.

Dan saya sangat berterima kasih padanya, karena kalau tidak dipaksa, saya akan melewatkan karya hebat yang dibuat oleh para kreator Game of Thrones, serta pelajaran kepemimpinan di dalamnya. Jadi kesimpulannya, patuhlah pada “Khaleesi” di rumah tanggamu.

Sebelumnya saya pernah menulis artikel tentang karakter Game of Thrones favorit saya, Tyrion Lannister, dan betapa banyak pelajaran leadership yang ada dalam dirinya. Tyrion masih jadi favorit saya, tapi kita sekarang berada dalam dunia di mana jumlah pemimpin wanita terus meningkat (ini bukan hal buruk, tentunya). Ada satu karakter dengan gaya kepemimpinan yang membuat saya sangat tertarik. Kamu tentu sudah bisa tebak siapa yang saya maksud. Ya, dia adalah Daenerys Targaryen, alias Khaleesi.

Bila kamu tidak tahu siapa karakter hebat ini, saya sangat merekomendasikan untuk menonton seluruh seri Game of Thrones, atau membaca novelnya yang berjudul A Song of Ice and Fire, buah karya George R. R. Martin.

Saya tidak akan membahas terlalu banyak tentang karakter ini serta perannya dalam cerita. Tapi saya akan langsung masuk ke topik utama dan membahas tentang skill kepemimpinan yang bisa dipelajari oleh semua orang dari sang “Mother of Dragons”.


Jangan ikuti kerumunan, biarkan kerumunan yang mengikutimu

kepemimpinan | ilustrasi 1

Sumber: Ign

Sebagai seorang pemimpin sejati yang menuntun tim menuju jalan kesuksesan, kamu harus bisa memberi pengaruh pada para anggota dengan cara membuktikan kemampuanmu secara konsisten. Kamu harus menjadi sosok idola yang ingin diikuti dan diteladani orang-orang di masa depan.

Baca Juga  Menhub Tolak Permintaan GO-JEK, Uber, dan Grab Terkait Masa Tenggang Sembilan Bulan

Untuk mencapai hal ini, kamu harus mengenali pesaingmu dan apa kelemahan mereka, sebab jika kamu melakukan hal yang sama dengan orang lain, artinya kamu hanya menjadi pengikut. Temukan hal yang tidak dimiliki oleh kompetitor, dan manfaatkan celah itu agar kamu lebih unggul.

Titel, jabatan, dan ruang kerja pribadi mungkin mendatangkan penghasilan atau tunjangan lebih. Tapi respek atau rasa hormat tidak datang secara otomatis hanya karena kamu menduduki jabatan pemimpin. Respek harus diraih, dan itu tidak  gampang.  Pemimpin yang dihormati belum tentu disukai semua orang, juga belum tentu populer.

Respek atau rasa hormat tidak datang secara otomatis hanya karena kamu menduduki jabatan pemimpin. Respek harus diraih, dan itu tidak  gampang.  Pemimpin yang dihormati belum tentu disukai semua orang, juga belum tentu populer.

Tetap fokus pada visi organisasi

Di tengah jalan, seorang pemimpin akan selalu menemui tantangan serta momen-momen yang membuatnya merasa tersesat atau menyimpang. Tapi seorang pemimpin sejati tidak pernah kehilangan fokus. Ia akan tetap berjalan untuk menggapai visi serta apa yang terbaik untuk perusahaan.

Seperti cerita di filmnya, meski Khaleesi selalu menang dalam perang, ia banyak mengalami kesulitan karena dirinya seorang wanita. Ia meraih keberhasilan berkat fokus dan kemampuannya membujuk orang lain.

“Keinginanmu menghentikan putaran roda itu impian yang indah. Kamu bukan orang pertama yang pernah memimpikannya.” – Tyrion Lannister

Banyak kejadian di mana Khaleesi punya alasan kuat untuk menyerah dan tunduk pada tekanan dari segala arah, tapi ia tidak pernah patah arang. Ia selalu siap dengan rencana. Jika satu rencana gagal, ia akan pindah ke rencana lain, dan tidak akan menyerah sampai ia menang. Tidak peduli seburuk apa pun situasinya, selalu ada jalan keluar. Dan fokus mencari jalan tersebut adalah sikap yang akan mendatangkan hasil.

Baca Juga  WhatsApp Tengah Uji Coba Layanan Pengiriman Pesan Khusus untuk Bisnis

Keseimbangan tepat antara reward dan punishment

Sangat penting bagi seorang pemimpin untuk menjaga agar tim yang dipimpinnya tetap utuh dan memiliki performa tinggi. Tapi para anggota tim itu hanya manusia, dan manusia punya emosi, pasang surut, perasaan senang ketika menang, serta penderitaan ketika kalah.

Supaya motivasi tetap tinggi, pemimpin harus memberikan imbalan yang setimpal akan usaha seseorang, dan bila ia melakukan kesalahan atau tidak bekerja dengan baik, pemimpin juga tidak boleh ragu memberikan hukuman.

Seperti di Game of Thrones, Khaleesi selalu memberikan imbalan saat diperlukan, dan tidak ragu menghukum bila dibutuhkan.

Berkumpullah dengan orang-orang yang lebih hebat darimu

kepemimpinan | ilustrasi 2

Sumber: Screenprism

Di medan pertempuran maupun bisnis, kamu harus menjadi orang nomor satu dalam semua bidang, atau menempatkan diri di sekitar orang-orang yang lebih hebat darimu di bidang yang tidak kamu kuasai.

Khaleesi memiliki keberanian dan rasa keadilan yang kuat, tapi lemah dalam hal diplomasi, kemampuan berperang, serta politik. Ia menyadari hal itu, sehingga ia merangkul Tyrion Lannister untuk urusan politik dan diplomasi, Jorah Mormont untuk keahlian perang, serta para naga piaraannya untuk senjata.

Pertarungan dimenangkan dengan otak yang cerdas, bukan otot yang kuat

Satu hal yang sangat menonjol dalam Game of Thrones adalah bahwa sering kali peperangan itu dimenangkan dengan strategi, bukan sekadar adu kekuatan. Secara fisik, Khaleesi jauh lebih lemah dibandingkan rival-rivalnya, tapi ia selalu punya cara mengalahkan mereka. Bukan dengan kekuatan fisik, tapi dengan kemampuan pikirnya yang tajam.

Demikian juga dengan bisnis. Kamu tidak perlu bertarung secara frontal dengan sainganmu, tapi kamu perlu fokus pada strategi yang memanfaatkan titik lemah mereka agar kamu lebih unggul, kemudian memenangkan medan persaingan bisnis.

Baca Juga  Sharing Economy di Ranah Properti: Untung atau Buntung?

Itulah lima pelajaran tentang kepemimpinan yang bisa kita petik dari sepak terjang Khaleesi. Khaleesi adalah karakter Game of Thrones yang sangat kuat dan sosok yang inspiratif. Pelajaran darinya bukan hanya untuk para pemimpin, namun juga untuk mereka yang sedang mengejar mimpi.

(Artikel ini pertama kali dipublikasikan di LinkedIn penulis. Isi di dalamnya telah diterjemahkan dan dimodifikasi oleh Ayyub Mustofa sesuai dengan standar editorial Tech in Asia Indonesia. Diedit oleh Septa Mellina; Sumber Gambar: Inverse)

The post 5 Pelajaran Kepemimpinan yang Bisa Kita Ambil dari Khaleesi di Game of Thrones appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Referensi

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *