5 Startup Indonesia Unjuk Gigi di Bootstrap Alley Tech in Asia Singapore 2017

Hanya dalam hitungan minggu, helatan tahunan konferensi Tech in Asia Singapore 2017 akan segera hadir kembali, tepatnya pada 17 dan 18 Mei 2017.

Di sana, kamu dapat menemukan ribuan peserta dari berbagai latar belakang, baik korporasi, pegiat teknologi, investor, maupun startup. Selain itu, ada juga beberapa startup lokal yang nanti akan berada di deretan Bootstrap Alley Tech in Asia Singapore 2017.

Bootstrap Alley adalah ajang pameran startup dalam konferensi tahunan Tech in Asia. Siapa saja mereka? Yuk kita simak.


Bizcuit Tech

Tech in Asia Singapore 2017 | Bizcuit

Apakah kamu sering bepergian tapi lupa membawa kartu nama, atau lupa menyimpan kartu nama yang telah kamu kumpulkan?

Dengan hadirnya startup yang satu ini, kamu tidak perlu khawatir lagi. Bizcuit yang merupakan singkatan dari “Business Circuit” ini menawarkan solusi untuk membuat kartu nama digital melalui gadget kamu.

Kartu nama digital Bizcuit bisa ditukarkan dan dibagikan, sebagaimana kartu nama cetak pada umumnya. Bizcuit mendapatkan pemasukan dengan metode in-app purchase, iklan, dan versi Enterprise yang ditujukan untuk perusahaan.

Startup ini didirikan pada Agustus 2015. Saat ini, produk Bizcuit masih berupa prototipe dan masih dalam proses penyempurnaan.

Apa alasan Bizcuit mau menjadi bagian dari Bootstrap Alley Tech in Asia Singapore 2017? 

“Tahun 2016 kami sudah mengikuti Konferensi Tech in Asia, namun saat itu tujuannya hanya untuk menjaring respons publik terhadap keberadaan fungsi-fungsi Bizcuit. Kami bertemu dengan lebih dari seratus orang, 78 persen merespons sangat positif, 12 persen positif, dan 10 persen meragukan,” ujar Cipto, Founder dan CEO Bizcuit.

Cipto juga mengungkapkan alasan lainnya untuk mengikuti helatan tahunan ini.

“Dunia startup adalah dunia yang baru bagi saya, melalui konferensi Tech in Asia, saya ingin mempelajari sebenarnya seperti apa dunia startup ini. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan Bizcuit kepada publik dan berkenalan dengan investor potensial,” pungkas Cipto.

Baca Juga  Cara Membuat Blog Bagian 3 – SEO dan Optimalisasi Blog

Jukir

Tech in Asia Singapore 2017 | Jukir

Sulitnya mencari tempat parkir kadang bisa membuat pengendara sakit kepala. Oleh karena itu, Jukir mencoba memberikan solusi untuk permasalahan tersebut.

Dengan aplikasi Jukir, kamu dapat memesan tempat parkir terlebih dahulu. Selain reservasi tempat parkir, Jukir juga menawarkan fitur lain seperti pembayaran parkir, bahkan pembelian tiket, pulsa, maupun token listrik.

Para juru parkir yang tergabung dalam jaringan Jukir akan menerima fasilitas berupa smartphone dan printer. Jukir mendapatkan pemasukan sebesar dua puluh persen dari keuntungan transaksi parkir yang terkumpul.

Apa alasan Jukir mau menjadi bagian dari Bootstrap Alley Tech in Asia Singapore 2017?

Bagi Budi Hartono, CEO dan Founder Jukir, helatan ini adalah ajang untuk memperkenalkan Jukir yang merupakan produk asli Indonesia ke pasar internasional.

“Kami siap melakukan ekspansi ke negara-negara berkembang yang memiliki masalah yang sama dengan Indonesia. Kami ingin bersaing dalam industri parkir yang akan dikembangkan menuju Indonesia Smart City Smart Parking,” ujar Budi Hartono.


JobAku

Tech in Asia Singapore 2017 | JobAku

Penetrasi ponsel di Indonesia terbilang cukup besar bahkan dapat menyasar berbagai kalangan usia dan daerah. Melihat hal ini, Jobaku memfokuskan layanan portal pencari kerja mereka pada aplikasi mobile. 

Dengan fokus di aplikasi mobile, JobAku berharap dapat membantu memperluas cakupan pencarian kerja maupun perekrutan. Selain itu, mereka juga ingin membuat proses perekrutan menjadi lebih efisien menggunakan smartphone.

Lewat aplikasi JobAku, pihak perekrut dan pencari kerja dapat melakukan wawancara melalui panggilan video, psikotes secara online maupun on-demand, dan proses pengumpulan CV maupun seleksi CV dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi tersebut.

Apa alasan Jobaku mau menjadi bagian dari Bootstrap Alley Tech in Asia Singapore 2017?

“Untuk bertemu dengan para investor atau partner yang sejalan dengan visi misi perusahaan dan tertarik dengan rencana bisnis kami,” ujar Budiono Tedjomuljono, CEO dari JobAku.

Baca Juga  Post-Mortem NSFW – Kisah Peluang dan Kesempatan dalam Kesempitan

Penulis.id

Tech in Asia Singapore 2017 | Penulis_id

Awalnya, tim founder Penulis.id menerima permintaan content marketing dari sebuah agensi besar untuk klien agensi tersebut. Klien tersebut puas dengan hasil tim Penulis.id, sehingga agensi tersebut kembali meminta bantuan Penulis.id.

Setelah menyadari besarnya kebutuhan pasar terhadap content marketing, mereka kemudian memutuskan untuk menjalani bisnis ini dengan serius.

Selain membantu perusahaan yang memerlukan content marketing dengan membantu membuatkan konten dan mendistribusikannya, Penulis.id juga berpartner dengan agensi digital besar untuk memenuhi kebutuhan klien mereka.

Sejak didirikan pada akhir tahun 2015, startup ini telah melayani sekitar dua puluh perusahaan startup dan sepuluh perusahaan berskala nasional, mulai dari perusahaan telekomunikasi hingga perusahaan rokok.

Apa alasan Penulis.id mau menjadi bagian dari Bootstrap Alley Tech in Asia Singapore 2017? 

“Kami ingin mempelajari dan mengeksplorasi pasar Asia Tenggara. Saat ini, kami telah memiliki beberapa klien yang berbasis di Singapura, jadi kami ingin memahami mereka lebih baik lagi. Dan menurut kami, TIA Singapore 2017 adalah tempat yang tepat,” ujar tim Penulis.id dalam wawancara tertulis yang kami lakukan.

“Lagi pula bonusnya, kalau kami bisa bertemu dengan Eduardo Saverin, tentu itu akan menjadi pengalaman yang baik, bukan?” sambungnya.


 Grivy

Tech in Asia Singapore 2017 | Grivy

Pada tahun 2013, Grivy memulai bisnis mereka sebagai platform online untuk restoran. Setelah itu, mereka berkembang menjadi platform pemasaran yang memanfaatkan teknologi SaaS dan memungkinkan bisnis untuk melakukan konversi pelanggan dari online ke offline serta sebaliknya.

Perubahan tersebut dilakukan Grivy karena permasalahan pada pemasaran berbasis lokasi yang mereka temui. Menurut Jan Oudeman, Founder Grivy, sebanyak 95 persen aktivitas perdagangan di Indonesia terjadi di toko fisik. Belum banyak toko offline yang bisa menjangkau calon konsumen secara online.

Masalahnya, para pemilik toko tidak memiliki channel yang cukup baik untuk menjangkau konsumen terdekat. Dari segi konsumen, mereka ingin berbelanja dengan nyaman tanpa terganggu oleh materi promosi seperti flyer

Apa alasan Grivy mau menjadi bagian dari Bootstrap Alley Tech in Asia Singapore 2017? 

Baca Juga  3 Rencana Lazada Indonesia Kembangkan Bisnis dalam Lima Tahun ke Depan

“(Menemukan) audiens yang baik dan banyaknya perusahaan serta investor yang mencari game changer berikutnya,” pungkas Jan.


Selain kelima startup tadi, akan ada ratusan startup lainnya baik dari Indonesia maupun mancanegara yang juga ikut berpartisipasi di Tech in Asia Singapore 2017.

Punya startup menarik? Segera daftarkan startup kamu di sini sebelum 16 April 2017 dan dapatkan diskon sepuluh persen untuk paket Bootstrap Alley.

Bagi kamu yang ingin menghadiri Tech in Asia Singapore 2017 sebagai peserta, kamu bisa mendapatkan diskon sepuluh persen untuk semua jenis tiket. Gunakan kode diskon tiasg10  dan dapatkan tiket di sini. Berlaku sampai tanggal 28 April 2017 pukul 22:59 WIB.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto dan Septa Mellina)

The post 5 Startup Indonesia Unjuk Gigi di Bootstrap Alley Tech in Asia Singapore 2017 appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Referensi

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *