5 Tunarungu Ini Patut Jadi Inspirasi; Tidak Bisa Mendengar, Bukan Berarti Minim Prestasi!

Menjadi berbeda dan mempunyai kekurangan tidak membuat orang-orang ini putus asa. Mereka menjadikan kekurangannya sebagai pemacu semangat mereka untuk menjadi lebih baik. Berbeda bukan berarti harus menyerah kalah. Berikut ini adalah daftar tunarungu yang bisa kamu jadikan referensi, bahwa hidup ini harus disyukuri!

1. Matthew Stanley Hamill (The Hammer)

Matthew Stanley Hamill lahir 5 Oktober 1976 adalah seorang tuli (deaf) sejak lahir. Matt Hamill dididik dengan pemahaman bahwa ia tidak berbeda dengan anak normal lainnya. Matt memiliki kecerdasan dan bakat dalam gulat sejak kecil. Matt Belajar gulat dari ayah tirinya yang merupakan pelatih gulat.

Matt Hamill adalah pegulat tuna rungu pertama yang menjuarai  National Collegiate Wrestling Championship. “The Hammer” merupakan panggilan Matt sebagai pegulat. Matt tiga kali juara gulat NCCA divisi III kelas (kelas 167 lb pada tahun 1997, kelas 190 lb pada tahun 1998 dan kelas 197 lb pada tahun 1999). Matt Hamill juga meraih medali perak di Gulat Greco-Roman dan medali emas di Freestyle Wrestling musim panas Deaflympics tahun 2001. Matt Hamill juga berkompetisi pada UFC (Ultimate Fighting Championship).

“My sister happened to introduce me to music and showed me some artists and I fell in love with it. The deaf community obviously can’t hear music so I thought I would interpret for them by reading the lyrics and signing. I wanted them to experience music through their eyes.” (Kakakku memperkenalkan saya dengan musik, menunjukkan beberapa seniman dan saya menyukainya. Orang-orang tuli tentunya tidak akan dapat mendengar musik, jadi saya berpikir untuk menafsirkan musik  dengan membaca lirik dan not lagunya. Aku ingin mereka bisa merasakan musik melalui matanya).

Baca Juga  11 Ucapan yang Kamu Sering Dengar Ini, Jadi Tanda Kejombloanmu Sudah Lama Sekali

Kisah kehidupan Matt Hamill diangkat ke layar lebar dengan judul The Hammer (2010), menjadi salah satu film yang menginspirasi dimana karakter Matt sendiri diperankan juga oleh seorang aktor deaf.

2. Marie Heurtin

Marie Heurtin lahir pada 13 april 1885 di Vertou, Prancis. Lahir dari keluarga petani dalam keadaan buta dan tuli. Marie diserahkan kepada sebuah biara di Larnay. Di biara tersebut banyak mengasuh anak-anak perempuan yang tuli. Pihak biara sempat pesimis melihat kondisi Marie. Namun seorang suster bernama Sainte-Marguerite mengatakan sanggup mengajari Marie. Suster Marguerite membutuhkan lebih dari 10 tahun mengajari Marie.

Langkah pertama yang dilakukan suster Marguerite dalam mengajarkan bahasa isyara. Dengan membangun hubungan antara objek dan simbol. Setelah paham Marie diajarkan bahasa isyarat untuk benda-benda, bahasa isyarat abjad, abjad braille, konsep abstrak, menggunakan mesin ketik, bermain domino, menjahit, merajut, belajar sejarah, geografi, mengetahui waktu, dan tatakrama.

Marie berusia 25 tahun ketika suster Marguerite meninggal pada tahun 1910. Marie Heurtin mempunyai teman Anne-Marie Poyet yang sama-sama belajar braille. Adik Marie yang buta tuli kemudian ikut belajar di Larnay. Marie meninggal pada 22 Juli 1921 akibat penyakit paru yang dideritanya. Kisah kehidupan dan perjuangan Marie diangkat ke layar lebar dengan judul Marie’s Story (2014)

3. Richard Pimentel

Richard Keith Pimentel lahir di Portland, Oregon. Kehidupan Richard kecil setelah kematian ayahnya dibesarkan oleh neneknya yang miskin. Ia tidak pernah berbicara sepatah kata pun sampai usia enam tahun. Richard merupakan lulusan Sekolah Tinggi Jefferson di Portland, Oregon. Setelah lulus ia mendaftarkan diri pada Angkatan Darat AS, kemudian dikirim ke Vietnam.

Pada saat perang Richard kehilangan pendengarannya akibat ledakan bom. Kembali dari perang Vietnam dengan kondisi tuli menyebabkan Richard tertekan serta bingung mengenai nasibnya. Richard kemudian bangkit, ia menolak untuk menerima nasibnya sebagai veteran perang yang tidak produktif. Richard kembali ke perguruan tinggi, di sana ia bertemu Art Honneyman seorang penderita cerebral palsy, pria cerdas dan paling lucu yang pernah dikenalnya.

Baca Juga  7 Daftar Produk Terlaris untuk Usaha Reseller, Modal Minim Untungnya Lumayan Besar

Richard memiliki banyak aktifitas diantaranya sebagai konsultan, pembicara, pelatih profesional dan penulis sejumlah kurikulum dan panduan pelatihan. Pada tahun 2008, universitas Portland menganugerahi Richard Pimentel gelar doktor kehormatan di bidang humaniora. Inspirasi kisah kehidupan Richard diangkat ke layar lebar dengan judul Music Within (2007).

4. Doug Alker

Doug Alker kelahiran lahir 1940 adalah mantan ketua British Deaf Association and the Royal National Institute for the Deaf. Telah menerbitkan sekitar 200 buku. Buku yang terkenal tentang kritiknya tentang tuli yang berjudul “Really Not Interested in the Deaf?”

Dia mendirikan kelompok Federation of Deaf People  (FDP) pada tahun 1997. Sebagai ketua FDP ia berhasil menekan pemerintah Inggris sehingga pada tanggal 18 Maret 2003 pemerintah  resmi mengakui British Sign Language.

5. Ben Christopher Cohen

Ben Christopher Cohen, lahir pada tanggal 14 September 1978 di Northampton,merupakan seorang tuli. Ia adalah pemain rugby profesional Inggris dengan posisi pemain sayap, pernah menjuarai Rugby World Cup pada tahun 2003. Ben Cohen menikahi Abby Cohen dan mempunyai putri kembar.

Setelah pensiun Ben Cohen aktif di Ben Cohen StandUp Foundation yang mana fokus untuk memerangi homophobia dan bullying. Selain itu ia juga berusaha membuat rugby lebih mudah diakses oleh kaum tuli, terutama untuk pemain muda tuli.

Referensi

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *