aCommerce Andalkan Platform B2All untuk Bantu Perusahaan Offline Berjualan Online

[ad_1]
Perusahaan enabler e-commerce aCommerce memperkirakan kalau pasar e-commerce di tanah air akan terus tumbuh dan mencapai nilai US$46 miliar (sekitar Rp615 triliun) pada tahun 2025 mendatang. Untuk menyambut perkembangan tersebut, mereka pun mengumumkan beberapa inovasi terbaru mereka pada tanggal 2 Maret 2017 kemarin.

Meski berasal dari Thailand, namun aCommerce justru menghadirkan inovasi-inovasi baru ini untuk pertama kalinya di Indonesia. Hal tersebut tak lain karena aCommerce Indonesia sendiri merupakan kontributor terbesar bagi bisnis mereka, yaitu sekitar 55 persen. Di tanah air, aCommerce Indonesia kini telah memiliki sekitar 1.200 karyawan dan bekerja sama dengan 150 perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa hal baru yang dihadirkan aCommerce Indonesia untuk para mitra mereka.

Kombinasi layanan lama dan baru dalam platform B2All

Kantor aCommerce | 1

Hal pertama yang dihadirkan aCommerce Indonesia adalah sebuah layanan yang bisa memudahkan perusahaan untuk mengombinasikan penjualan produk di dunia maya dengan jaringan distributor dan retail offline. Inovasi tersebut pun diberi nama Business to Distributor (B2D) dan Business to Retailer (B2R).

Selain itu, aCommerce Indonesia juga telah membuat layanan yang bisa memudahkan para perusahaan untuk menjual barang ke karyawan mereka sendiri, yang dikenal dengan istilah Business to Employee (B2E).

Namun aCommerce Indonesia tidak menghadirkan layanan-layanan baru ini secara terpisah. Mereka justru menggabungkannya dengan layanan lama mereka, mulai dari Business to Consumer (B2C), Business to Business (B2B), dan Business to Government (B2G) ke dalam sebuah platform baru yang disebut Business to All (B2All).

Kehadiran platform baru ini, dinilai bisa membantu para perusahaan offline yang ingin terjun ke ranah e-commerce dalam hal pengaturan stok, efisiensi logistik, hingga memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik.

Hadi Kuncoro, CEO aCommerce Indonesia, mencontohkan apabila ada seseorang di Papua yang ingin membeli sebuah barang elektronik secara online. Biasanya, barang tersebut akan dikirimkan dari Jakarta, yang tentu membutuhkan waktu yang lama dan biaya pengiriman yang mahal.

Baca Juga  Startup Penyedia Layanan Helpdesk Bornevia Akan Hentikan Layanan pada April 2017

“Dengan kehadiran platform B2All ini, kami bisa mengatur agar barang tersebut dikirimkan dari toko offline yang lokasinya dekat dengan sang pembeli, sehingga barang tersebut bisa sampai lebih cepat, dengan ongkos kirim yang lebih murah,” jelas Hadi.

Hadi pun menyatakan kalau jangkauan layanan mereka kini tidak hanya terbatas di Indonesia. aCommerce Indonesia telah bisa membantu para perusahaan yang ingin menjual barang ke seluruh wilayah Asia Tenggara.

Layanan penjualan barang di media sosial dan situs online

Chatzbro | Screenshot

Selama ini, aCommerce Indonesia telah bisa membantu para pemilik brand dan perusahaan FMCG untuk menjual barang di berbagai platform e-commerce, mulai dari Lazada, MatahariMall, hingga Alfacart. Dan seiring dengan kehadiran platform B2All, mereka kini juga bisa menjual barang-barang tersebut lewat platform media sosial, seperti Facebook dan Instagram.

aCommerce Indonesia sadar kalau berbelanja di media sosial bisa sangat menyulitkan karena tidak adanya fitur pembayaran di dalam platform tersebut. Masalah tersebut pun coba mereka atasi dengan bantuan ChatzBro, sebuah layanan pembayaran untuk media sosial yang dibuat oleh Marketbiz. Layanan tersebut bahkan telah mempunyai fitur chat bot di dalamnya.

Tak hanya itu, aCommerce pun telah melirik media online sebagai jalur lain untuk menjual barang milik perusahaan yang bermitra dengan mereka.

“Kami telah bekerja sama dengan Dagelan, yang nantinya bisa membuat artikel promosi dari sebuah produk tertentu. Di dalam artikel tersebut akan ada sebuah tombol yang memungkinkan kamu untuk langsung membeli produk tersebut,” pungkas Hadi.

(Diedit oleh Septa Mellina)

The post aCommerce Andalkan Platform B2All untuk Bantu Perusahaan Offline Berjualan Online appeared first on Tech in Asia Indonesia.

[ad_2]
Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *