Alasan di Balik Kian Maraknya Agregator Berita yang Membuat Platform Menulis

[ad_1]
Dalam waktu yang hampir bersamaan, beberapa penyedia layanan agregator berita seolah berbondong-bondong membuat platform menulis. Dengan platform tersebut, kamu bisa mengirimkan konten orisinal yang nantinya akan disebarkan lewat layanan agregator mereka, serta mendapat imbalan berupa uang.

UC News, yang baru saja mendapat investasi US$30 juta (sekitar Rp400 miliar) dari induk perusahaan mereka UCWeb, mendorong para pengguna mereka untuk menulis lewat program We-Media. Hal serupa kini juga telah dilakukan oleh aplikasi Babe.

Seperti tidak ingin ketinggalan, Baca pun turut mengumumkan investasi sebesar US$10 juta (sekitar Rp130 miliar) untuk mengembangkan platform menulis yang mereka miliki, yaitu Nulis. Di awal kemunculannya, mereka bahkan menjanjikan imbalan sebesar Rp15.000 untuk setiap artikel yang dikirimkan oleh para pengguna.

Nulis | Screenshot

COO Baca Jimmy Sie menyadari kalau hampir semua agregator berita telah menghadirkan platform serupa. Ia pun mengakui kalau tren yang biasa dikenal dengan istilah citizen journalism tersebut memang telah ada sejak dulu. Hal tersebut bahkan telah diakomodir dengan kehadiran berbagai platform menulis seperti WordPress, Blogspot, hingga Kompasiana.

“Kami melihat kalau platform menulis yang ada masih belum fokus untuk menghadirkan konten di perangkat mobile, yang sebenarnya merupakan perangkat utama masyarakat dalam mengakses internet. Peluang itulah yang coba kami sasar dengan menghadirkan platform Nulis,” jelas Jimmy.

Hingga saat ini, Nulis telah menerima seribu pendaftar yang berminat untuk bergabung dengan platform mereka. Namun baru sekitar dua ratus pengguna saja yang telah mengirimkan tulisan. Mayoritas kontributor tersebut merupakan wanita yang berusia antara 21 hingga 30 tahun.

CEO Jualio yang juga merupakan praktisi media sosial, Nukman Luthfie, menyatakan kalau platform menulis seperti Nulis bisa menjadi sarana bagi para individu yang ingin membangun brand personal. “Yang terpenting adalah mereka bisa memanfaatkannya secara konsisten dan tidak menyebarkan kebohongan,” ujar Nukman.

Baca Juga  [Opini] Alasan Mengapa Amazon Tidak Cocok Masuk ke Pasar Asia Tenggara

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post Alasan di Balik Kian Maraknya Agregator Berita yang Membuat Platform Menulis appeared first on Tech in Asia Indonesia.

[ad_2]
Sumber

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *