Andalkan Desain Unik, CLAD.CO Siap Masuki Pasar E-Commerce Pakaian Dalam

[ad_1]

Jenuh menjalani rutinitas harian yang “hanya” bangun-kerja-pulang-tidur, Raissa Grimonia dan Amanda Poernomo kemudian memutuskan untuk melakukan sesuatu yang lain. Mereka ingin berbisnis, tapi yang berbeda dari bisnis kebanyakan.

Keduanya kemudian memutuskan untuk terjun ke ranah fesyen. Pada 8 Agustus 2016, Raissa dan Amanda kemudian mendirikan CLAD.CO, sebuah merek fesyen yang khusus menjual celana dalam untuk wanita dengan desain unik dan dipasarkan secara online.

“Selagi kita masih berpikir mau usaha apa, suatu hari kebetulan Amanda sedang menyetrika pakaian dalamnya sendiri. Dari situ terpikir: kenapa enggak usaha celana dalam saja?” cerita Raissa.

“Pakaian dalam adalah sesuatu yang penting dan menjadi salah satu unsur berbusana yang wajib dikenakan setiap orang. Nah, dari situ kami mulai berpikir untuk mendirikan CLAD.CO, merek pakaian dalam sehari-hari produksi lokal. Sebagai unique selling point, kami menambahkan gambar-gambar beserta desain yang menarik hasil karya sendiri.”

Menjual desain yang tidak biasa

CLAD.CO menonjolkan desain dengan tema yang unik. Saat ini, mereka memiliki dua koleksi, yaitu Jalanan dan Setubuh. Gambar-gambar pada koleksi Setubuh lebih menonjolkan motif yang terinspirasi dari anggota tubuh manusia. Sementara Jalanan lebih bercerita tentang hal-hal yang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari ilustrasi warung kopi hingga kemacetan.

CLAD.CO | produk tema jalanan

Salah satu produk CLAD.CO dari koleksi Jalanan bertema warung kopi.

CLAD.CO | produk bertema Setubuh

Salah satu koleksi Setubuh dari CLAD.CO yang mengambil tema anggota tubuh manusia

“Kami berupaya agar setiap koleksi CLAD.CO memiliki pesan tersendiri seputar empowerment, self-esteem, ataupun budaya yang perlu kita jaga, terutama sebagai kaum muda. Ide diperoleh dari fenomena-fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, apa yang sedang tren, serta apa yang digemari oleh kaum muda di masa sekarang,” ujar Raissa mengenai ide pembuatan desain CLAD.CO.

Baca Juga  5 Aplikasi TOEFL Android Gratis untuk Asah Kemampuan Bahasa Inggris

Desain yang unik tersebut rupanya juga menarik pembeli dari luar Indonesia. Bahkan, pada Desember 2016 lalu CLAD.CO diundang untuk berpartisipasi di sebuah bazar yang diselenggarakan di Singapura dengan peserta dari Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Saat ini, CLAD.CO mengandalkan penjualan melalui online dan dibantu penjualan offline dengan menitipkan produk mereka ke beberapa toko offline di Bandung, Bali, dan Yogyakarta. Target mereka kini adalah wanita usia 18-30 tahun yang aktif di media sosial. Menurut Raissa, media sosial memberi sumbangan traksi yang cukup besar untuk pengunjung situs CLAD.CO.

featured image clad

Booth CLAD.CO di sebuah bazaar di Singapura

“Rata-rata per hari ada seratus tiga pengunjung, enam puluh persen mengakses web secara langsung, dan empat puluh persen lainnya dari media sosial”. 

Mencari celah di pasar niche

Bisnis pakaian dalam di Indonesia, terutama yang dipasarkan secara online, memang belum terlalu banyak pesaingnya. Pasar ini tergolong niche, atau memiliki segmen yang cukup spesifik. Bagi Raissa, hal ini memberikan keuntungan sekaligus tantangan tersendiri.

“Kami berdua merasa dengan kategori pasar yang niche ini, pesaing yang memiliki pola pikir sama dengan kami masih tergolong sedikit dan peluangnya menjadi sangat besar. Padahal industri pakaian dalam sebenarnya menyumbang angka yang cukup besar bagi pendapatan negara, didukung dengan sumber daya yang mencukupi sehingga akhirnya produk luar justru memproduksi di Indonesia,” ujar Raissa.

Raissa menambahkan, pasar yang spesifik tersebut mendorong mereka untuk lebih keras berusaha memasarkan produknya dengan cara-cara baru. Harapannya, CLAD.CO dapat lebih diterima masyarakat dan menjadi contoh bagi merek lain yang ingin mengikuti jejak CLAD.CO.

Dengan persaingan yang cenderung belum terlalu padat dan produk yang unik, perkembangan CLAD.CO di ranah e-commerce fesyen sepertinya menarik untuk diikuti.

Baca Juga  Salurkan 1.500 Pinjaman, Crowdo Ingin Menjadi Platform P2P Lending Nomor Satu

Di tanah air, e-commerce yang fokus terhadap produk serupa adalah Asmaraku. Berbeda dengan CLAD.CO yang saat ini fokus pada satu jenis produk, Asmaraku menyediakan juga produk lain yang berhubungan dengan kesehatan dan kecantikan.

Selain Asmaraku, ada juga situs e-commerce yang menjual lingerie bernama Lolalola yang kini telah berhenti beroperasi. Meski demikian, aktivitas jual beli Lolalola sekarang dilakukan melalui media sosial.

(Diedit oleh Septa Mellina)

The post Andalkan Desain Unik, CLAD.CO Siap Masuki Pasar E-Commerce Pakaian Dalam appeared first on Tech in Asia Indonesia.

[ad_2]
Sumber

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *