Aplikasi Ninja Easy Tawarkan Solusi Proses Pengiriman Barang di Social Commerce

Dalam proses transaksi jual beli di media sosial, seorang konsumen yang ingin membeli barang biasanya akan diminta mengisi keterangan data diri, seperti nama, alamat, kode produk yang hendak dibeli, hingga catatan khusus lainnya. Setelah pembeli mengirimkan data dirinya, penjual akan mencantumkan data tersebut ke barang yang dipesan, dan mengantarnya ke pick up point penyedia jasa logistik.

Agen perusahaan logistik kemudian akan memberikan nomor resi. Penjual akan meneruskan resi tersebut ke pembeli sebagai bukti bahwa barang sudah masuk dalam proses pengiriman.

Bila melihat proses di atas, para penjual di media sosial tentu harus meluangkan waktu yang tak sedikit untuk mengurus administrasi pembelian hingga pengiriman barang. Panjangnya proses administrasi inilah yang coba dipangkas oleh Ninja Xpress melalui aplikasi Ninja Easy.

Melalui Ninja Easy, para penjual cukup membuka akun, mengunggah foto produk, mencantumkan harga, dan menuliskan alamat masing-masing. Selanjutnya, Ninja Easy akan membuat tautan berisi data-data tersebut yang bisa disebarkan ke banyak platform, mulai dari layanan pesan instan hingga media sosial.

Ninja Xpress - Ilustrasi

Pembeli yang tertarik cukup mengeklik tautan tersebut dan mengisi alamat pengiriman. Nantinya, kurir dari Ninja Xpress akan menjemput barang dari tempat penjual dan mengantarnya ke tempat pembeli. Saat ini Ninja Xpress tak menarik biaya dari layanan penjemputan barang. Mereka juga masih menggratiskan biaya retur jika barang yang dibeli ternyata tidak sesuai harapan pembeli.

Sedangkan dalam proses pembayaran barang, pembeli tak perlu mentransfer uang terlebih dahulu. Pembeli hanya perlu membayar secara tunai kepada kurir ketika barang sudah sampai di lokasi tujuan. Uang tunai yang diterima kurir nantinya akan masuk ke akun penjual di Ninja Xpress, dan bisa dicairkan ke rekening bank penjual dengan lama proses pencairan hingga lima hari.

Beda dari fitur pengiriman barang milik layanan transportasi online

Country Head Ninja Xpress, Indra Wiralaksmana (kanan)

Menurut Country Head Ninja Xpress, Indra Wiralaksmana, pihaknya memang ingin memfasilitasi para penjual di media sosial. Ia menilai saat ini belum ada wadah logistik yang mampu memfasilitasi para penjual di ranah social commerce, selain layanan point to point on demand delivery milik layanan transportasi berbasis aplikasi online. Indra juga menegaskan layanannya memiliki perbedaan dibanding layanan pengiriman yang disediakan berbagai layanan tersebut, seperti GO-JEK atau Grab.

Baca Juga  Path Ikuti Tren dengan Meluncurkan Fitur Baru Mirip Snapchat

“Konsep Ninja Easy ini dalam berbisnis di awal hanya menyubsidi ongkos pick up. Tapi selebihnya enggak. Makanya kita buat on demand pick up, bukan on demand delivery,” jelas Indra ketika ditemui di D.LAB by SMDV, Jakarta, belum lama ini.

“Layanan ini namanya layanan reguler. Kita memosisikan diri bukan sebagai penyedia jasa transportasi online, tapi kurir. Kita cuma tambahkan fitur pick up,” sambungnya.

Tarif berdasar berat, bukan jarak

ninjaXpress

Indra mengatakan fitur delivery on demand milik layanan transportasi berbasis aplikasi online hanya bisa satu arah, dan ongkos kirimnya dihitung berdasarkan jarak. Sedangkan Ninja Xpresspihaknya bisa mengantar barang ke berbagai titik dan penghitungan ongkos kirimnya berdasarkan berat barang.

Adapun layanan pick up on demand baru tersedia di Jakarta. Namun pengirimannya bisa ke banyak tempat sesuai cakupan wilayah Ninja Xpress. Untuk merasakan layanan pick up on demand, Ninja Xpress tak mematok minimum jumlah atau berat barang. Layanan ini tersedia tujuh hari dalam seminggu, mulai pukul 9 pagi hingga 9 malam.

Strategi Content Marketing | Featured Image

Indonesia pasar menggiurkan

Ada beberapa alasan mengapa Ninja Xpress memutuskan meluncurkan aplikasi Ninja Easy di Indonesia. Kegemaran orang Indonesia berinteraksi melalui media sosial, menjadi salah satu alasan mengapa aplikasi ini diperkenalkan.

Indra mengatakan tak semua negara tempat Ninja Xpress beroperasi diberikan aplikasi Ninja Easy. Indonesia mendapat fasilitas karena memiliki pasar social commerce yang besar. “Karena semua aktif di media sosial. Mereka jual apa pun di media sosial. Kita merasa ini market yang paling tepat untuk memulai Ninja Easy. Kedua, kita akan launching di Thailand karena perilakunya hampir mirip,” kata Indra.

Sedangkan alasan lainnya yakni jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar lantaran memiliki populasi terbesar di Asia Tenggara, serta urutan keempat di daftar negara dengan penduduk terbanyak di dunia.

Baca Juga  Persaingan Mengetat, Induk Perusahaan KreditGoGo Raih Tambahan Dana Rp20 M

Berlomba terapkan teknologi dengan penyedia layanan logistik lain

SiCepat Ekspres | Photo

Penyedia layanan logistik lainnya seperti SiCepat Ekspres belum lama ini juga mengumumkan terobosan baru terkait resi pengiriman barang. Resi tersebut tak lagi berbentuk selembar kertas, melainkan sudah bertransformasi menjadi digital.

Selain resi digital, mereka juga memiliki layanan penjemputan barang, sehingga pelanggan tak perlu repot datang ke gerai SiCepat Ekspress terdekat. Layanan penjemputan barang ini hanya berlaku untuk minimal pengiriman lima unit barang atau setara lima kilogram.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post Aplikasi Ninja Easy Tawarkan Solusi Proses Pengiriman Barang di Social Commerce appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Referensi

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *