Aruna Indonesia Bawa Misi Sejahterakan Nelayan Lewat Teknologi

Farid Naufal Aslam bersama kedua rekannya, Indraka Fadhlillah dan Utari Octavianty, mendirikan Aruna karena keprihatinan mereka terhadap kondisi industri perikanan dan kelautan Indonesia.

“Seharusnya dengan segala potensi yang ada, bidang kelautan dan perikanan Indonesia bisa menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Nelayan-nelayan hidup sejahtera dan daerah pesisir-pesisir kita maju. Namun yang terjadi adalah sebaliknya,” ujar Farid.

Farid menambahkan, penghasilan rata-rata nelayan menurut BPS, hanya sebesar Rp1,1 juta per bulan. Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah nelayan menurun sebesar lima puluh persen. Selain itu, tingkat konsumsi ikan nasional pun masih rendah dibandingkan negara lain, yaitu sekitar 40 kilogram per kapita setiap tahunnya.

Farid dan kawan-kawannya kemudian melakukan riset selama dua tahun.

“Dulu Daka (sapaan Indraka) sampai ikut nelayan melaut, tidur di masjid, mengunjungi kampung nelayan di pelosok Jawa Barat, supaya tahu apa saja permasalahan nelayan dan apa saja yang bisa kita bantu nantinya,” kenang Farid.

Aruna Indonesia_1 | Founder

Indraka Fadhlillah bersama salah seorang nelayan mitra Aruna

Dari informasi yang terkumpul, mereka memutuskan untuk menciptakan sebuah sistem yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan di industri perikanan dari hulu ke hilir.

Di antaranya, memperbaiki sistem pengawasan komoditas, membantu nelayan memasarkan hasil laut tanpa harus melalui tengkulak, serta memudahkan konsumen untuk mendapatkan komoditas yang diperlukan dengan harga yang masuk akal.

Teknologi untuk menyejahterakan nelayan dan perikanan

Tim Aruna kemudian menciptakan teknologi untuk mengumpulkan data-data real time dari mitra-mitra mereka. Selain big data, mereka juga memiliki aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) yang ditujukan bagi kelompok nelayan untuk mengelola bisnis perikanan mereka setiap harinya. Aplikasi tersebut dilengkapi fitur-fitur seperti Point of Sales, pengaturan inventoris, pelaporan, dan lain sebagainya.

Aruna | Fitur

Layanan yang disediakan Aruna

Saat ini, Aruna memiliki tiga layanan utama. Yang pertama adalah Integrated Fishery Management, sistem aplikasi terintegrasi untuk pengelolaan bisnis perikanan.

Baca Juga  Bagaimana Modal Ventura Ini Berniat Mengedukasi Bangsa Melalui Video Game

Kemudian ada Fishery Data Intelligent, fitur yang menyediakan data dari sektor perikanan, termasuk persediaan ikan dan jumlah penjualan secara real time. Lalu, Online Fishery Trading, sistem perdagangan ikan dan hasil laut secara online.

Data-data yang didapat nantinya akan dibagikan ke pihak-pihak yang memerlukan.

“Informasi harga, lokasi persediaan, biaya logistik, biaya penyimpanan dan informasi produk lainnya akan dibuka untuk publik demi menciptakan transparansi dalam industri perdagangan ikan di Indonesia,” ujar Farid.

Sedangkan insight yang sifatnya lebih khusus untuk industri hanya akan diberikan ke kalangan terbatas seperti instansi pemerintahan melalui platform big data Aruna.

Fokus ke pasar business to business (B2B)

Aruna | Homepage

Halaman utama Aruna Indonesia

Saat ini, distribusi ikan dari nelayan yang menjadi mitra Aruna lebih diarahkan untuk business to business (B2B). Di antaranya, pasar ekspor, industri pengolahan, serta hotel, restoran, dan katering.

Aruna berperan sebagai perantara antara pihak koperasi dengan pembeli akhir. Aruna mendapatkan rata-rata sepuluh persen dari setiap transaksi yang berhasil. Mereka melayani jumlah minimal pembelian 100 kilogram untuk satu kali pemesanan.

Saat ini, Aruna bermitra dengan 57 koperasi nelayan dan sudah menjangkau sekitar seribu nelayan di Indonesia. Mereka berharap tahun ini berekspansi dan menambah mitra.

“Di kuartal keempat tahun 2016, kami mendapatkan total pemesanan lebih dari 3500 ton, namun kapasitas koperasi kami hanya mampu menyuplai 100 ton setiap bulannya. Diharapkan dengan adanya tambahan mitra, terjadi peningkatan jumlah transaksi melalui platform kami,” pungkas Farid.

Raih suntikan dana pertama

Pada 5 April lalu, Aruna mengumumkan pendanaan pertama mereka. Pengumuman pendanaan tersebut diadakan berbarengan dengan acara syukuran dan gathering Aruna Indonesia yang mengangkat “Teknologi Perikanan Digital Terintegrasi untuk Kemajuan Maritim Indonesia”.

Investasi tersebut diberikan oleh UMG Indonesia, sebuah perusahaan distributor alat-alat berat. Tidak disebutkan berapa besaran dana yang diberikan dalam seri ini.

Baca Juga  [Update] Kumpulan Startup Fintech di Indonesia

Menurut Farid, dana investasi tersebut akan digunakan untuk merekrut anggota tim, meningkatkan pengembangan teknologi, dan melakukan ekspansi ke berbagai sentra produksi perikanan di Indonesia untuk menambah mitra nelayan Aruna.

Dalam pendanaan kali ini, UMG Indonesia sekaligus menjadi mitra strategis yang membantu Aruna bekerja sama dengan perusahaan lain di bidang microfinancing, logistik, dan juga fasilitas penyimpanan pendingin (cold storage).


Sejauh ini, belum ada layanan yang memiliki model bisnis serupa dengan Aruna. Kalaupun ada startup yang memperhatikan kesejahteraan ikan, baru ada eFisherystartup yang menciptakan alat untuk memberi makan ikan secara otomatis.

Meski memiliki potensi yang cukup baik, Aruna masih menghadapi sejumlah tantangan seperti melakukan pendekatan dengan nelayan, memfasilitasi logistik dan penyimpanan yang memadai, serta regulasi dari pemerintah terkait pendistribusian hasil laut.

(Diedit oleh Septa Mellina)

The post Aruna Indonesia Bawa Misi Sejahterakan Nelayan Lewat Teknologi appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Referensi

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *