BTPN Jawab Tantangan Akses Perbankan di Era Digital Lewat Jenius

[ad_1]
Beberapa waktu belakangan ini, Bank BTPN tengah gencar menyosialisasikan produk perbankan terbaru mereka yang berbasis aplikasi mobile bernama Jenius. Melalui rangkaian video animasi yang dikemas secara menarik, BTPN memperkenalkan Jenius sebagai terobosan perbankan modern yang sepenuhnya memanfaatkan proses interaksi digital.

Dengan membidik kalangan nasabah yang melek teknologi (tech savvy), Jenius berupaya menjawab tantangan perbankan yang kian berkembang ke arah praktis di era digital.

Pertanyaannya sekarang bagi mereka yang awam: Apa yang membuat Jenius berbeda dengan aplikasi banking mobile keluaran bank lainnya di luar sana?

Bukan produk fintech, melainkan produk kemudahan akses perbankan

Jenius Irwan | Photo

Irwan Soetjipto, head product dari Jenius ketika menjelaskan fitur Jenius Card Center

Ditemui dalam acara pengenalan fitur Jenius Card Center di area bisnis Mega Kuningan hari Jumat 24 Februari 2017 lalu, Irwan Sutjipto selaku kepada pengembangan produk Jenius, menjelaskan bahwa Jenius bukanlah produk fintech melainkan produk perbankan.

Jenius berada di bawah koridor produk perbankan sehingga jelas diawasi oleh regulasi otoritas jasa keuangan (OJK). Koridor ini membedakan Jenius dengan layanan startup fintech, terutama dari segi fungsi dan keamanan.

Perbedaan ini perlu sekali ditekankan oleh Irwan karena “kemasan” Jenius yang terlihat seperti aplikasi produk startup fintech bisa menyebabkan salah persepsi dari orang yang belum pernah mengetahui latar belakang Jenius.

https://www.youtube.com/embed/omjlq8ZcE6o?version=3&rel=1&fs=1&showsearch=0&showinfo=1&iv_load_policy=1&wmode=transparent

Jika dilihat sekilas, orang awam mungkin menilai Jenius tak ubahnya seperti produk perbankan lainnya yang juga menawarkan mobilitas transaksi perbankan lewat aplikasi mobile banking. Namun apabila diperhatikan lebih lanjut, Jenius bisa dibilang merupakan produk manajemen perbankan pertama di Indonesia yang terintegrasi penuh lewat aplikasi di smartphone.

Selain itu, penggunaan jargon kalimat asing yang terkesan “milenial” dalam penulisan menu serta tampilan antarmuka yang atraktif mencerminkan bagaimana Jenius ingin terlihat berbeda dengan aplikasi mobile banking keluaran bank lainnya di luar sana.

Baca Juga  3 Rencana Lazada Indonesia Kembangkan Bisnis dalam Lima Tahun ke Depan

Di sini pengguna bisa mendaftarkan diri mereka jadi nasabah tanpa perlu repot-repot datang ke Bank, menabung lalu mengatur pengeluaran mereka sesuka hati, dan melakukan transfer uang ke beberapa teman sekaligus semudah berkirim email. 

Intinya lewat Jenius, BTPN berupaya memberikan layanan manajemen perbankan secara optimal dengan kemasan yang terlihat trendi dan mudah diakses layaknya produk fintech bentukan startup.

Jemput bola untuk kemajuan konsumen perbankan di era digital

btpn - Jenius | Photo

Sumber: Facebook Jenius Connect

Dengan kemudahan yang ditawarkannya, Jenius masih menghadapi tantangan yakni membangun kepercayaan nasabah, utamanya dalam hal keamanan. “Walau Jenius menawarkan kemudahan perbankan lewat aplikasi mobile, kita tetap tidak mau berkompromi untuk urusan pengamanan data nasabah.”

Agar nasabah terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan, tim Jenius merancang infrastruktur keamanan berlapis mulai dari proses verifikasi pin secara berkala, hingga alat pengamanan sidik jari apabila smartphone nasabah mendukung fitur ini.

Seandainya smartphone nasabah hilang, uang tabungan nasabah di Jenius tetap terlindungi verifikasi pin dan selama proses kehilangan tersebut, nasabah bisa menghubungi Jenius untuk proses pengamanan lebih lanjut.

Ketika ditanya kendala apalagi yang dihadapi saat ini, Irwan mengakui bahwa sosialisasi menjadi salah satu tantangan Jenius mengingat aplikasi perbankan yang ditawarkannya begitu berbeda dengan lainnya.

“Sosialisasinya sendiri lebih ke arah yang technical, soal bagaimana konsumen benar-benar mengerti fungsi dan fitur yang dimiliki Jenius,” jelas Irwan.

btpn - Jenius | Illustration

Ilustrasi Jenius yang atraktif menjadi salah satu daya tarik aplikasi perbankan mobile ini

Karena kemudahan proses perbankan digital secara menyeluruh adalah sesuatu yang diyakini sangat diperlukan saat ini, Irwan mengakui pihaknya sering berkoordinasi dengan pihak OJK untuk membahas tantangan dan perilaku nasabah perbankan dalam era digital.

“Intinya OJK sendiri cukup antusias dengan Jenius, sehingga mendukung penuh langkah BTPN dalam proses digitalisasi perbankan,” tutup Irwan.

Untuk sekarang, Jenius baru sebatas melayani nasabah yang berada di wilayah Jabodetabek saja. Hal ini diperlukan untuk memaksimalkan layanan nasabah dan fasilitas Jenius di pusat, sebelum berekspansi ke wilayah lainnya di Indonesia.

Baca Juga  Google Luncurkan YouTube Go, Aplikasi Streaming Video Ramah Kuota Data

(Diedit oleh Septa Mellina)

The post BTPN Jawab Tantangan Akses Perbankan di Era Digital Lewat Jenius appeared first on Tech in Asia Indonesia.

[ad_2]
Sumber

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *