Desak Polri Usut Dana Teman Ahok, Pemuda Muhammadiyah: Berlaku Adillah

[ad_1]

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. (harianterbit.com)

Terkinee.com – Jakarta.  Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta polri berlaku adil dalam memgusust suatu perkara. Hal ini terkait dugaan tindak pidana pencucian uang dana aksi bela Islam yang dihimpun oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. Bahkan Polri telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini.

Dahnil mempertanyakan perlakuan tidak adil dari Polri, mengapa dana untuk teman Ahok tidak diusut. “Bila mau mengusut aliran uang saya kira silakan saja, tapi berlaku adillah,” ujarnya, dikutip dari republika.co.id, Sabtu (25/2/2017)

Selain itu, Dahnil juga mempertanyakan mengapa polri tidak segera mengusut dugaan aliran dana gendut yang melibatkan petinggi polri. Kata dia, jangan sampai kekecewaan masyarakat terhadap polri semakin besar akibat pengusutan kasus tersebut.

Kepercayaan publik kepada polri akan semakin tinggi dengan kriminalisasi terhadap tokoh umat. Sehingga itu diyakini akan merusak citra polri untuk jangka panjang. “Karena dianggap polisi seoralh menjadi alat politik bagi kelompok tertentu,” kata Dahnil.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR Arsul Sani dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2017) sebagaimana dilansir sindonews.com

Arsul meminta penjelasan Kapolri mengenai pidana pokok dalam kasus Yayasan Keadilan Untuk Semua ini. “Kewenangan memeriksa harus kita hormati, tetapi tndak pidana pokoknya apa?” ujarnya.

Arsul juga mempertanyakan alasan Polri yang hanya mengusut penggalangan dana masyarakat yang dilakukan GNPF-MUI, sementara penggalangan dana masyarakat yang dilakukan oleh Teman Ahok tidak diusut.

“Secara terbuka ada pertanyaan dari masyarakat kenapa yang disidik hanya dana publik, mengenai dana Teman Ahok bagaimana?” tanya politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Baca Juga  MUI Sesalkan Pemberian Gelar Sunan untuk Ahok

Sebelumnya, kuasa hukum GNPF MUI, Kapitra Ampera menyatakan, dana yang berada dalam rekening milik Yayasan Keadilan untuk Semua bukan dari hasil tindak pidana. Uang tersebut murni dari sumbangan masyarakat untuk aksi bela Islam yang dipelopori GNPF.  (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:

Loading…

Saiful Bahri

Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

[ad_2]
Sumber

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *