Ini Alasan Pengacara Ahok Tolak Saksi Ahli dari Muhammdiyah

[ad_1]

Tim Penasihat Hukum Terdakwa Kasus Penistaan Agama, Basuki Tjahaja Purnama. (detik.com)

Terkinee.com – Jakarta.  Sidang lanjutan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama kembali digelar di Auditorium Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menghadirkan saksi ahli dalam sidang lanjutan tersebut, salah satunya adalah Pengurus PP Muhammadiyah, Prof.Dr.Yunahar Ilyas, Lc, MA yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tim pengacara menolak memberikan pertanyaan kepada saksi ahli agama dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut karena dianggap tida bisa netral terkait jabatan yang diembannya sebagai pengurus MUI

“Kami anggap dia tidak bisa netral, karena dari MUI,” kata Humphrey Djemat, pengacara Ahok, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, sebagaimana dilansir tempo.co, Selasa, (21/2/2017).

Humphrey mengatakan, pihaknya menolak memberikan pertanyaan kepada Yunahar yang merupakan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, bukan karena membenci MUI. Tapi, dia menginginkan agar ahli tersebut tidak memihak.

“Dari MUI sulit tidak memihak. Karena dia yang membuat itu semuanya pendapat dan sikap keagamaan. Terus bagaimana obyektif? Makanya dari PBNU kami terima karena bukan dari MUI,” kata Humphrey.

Yunahar menegaskan, statusnya di persidangan dalam kapasitas sebagai saksi ahli dari PP Muhammadiyah. Sebab, Yunahar menjelaskan, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menyurati PP Muhammadiyah untuk menjadi saksi ahli agama. “Dan (PP Muhammadiyah) memutuskan saya untuk menjadi saksi ahli agama,” kata Yunahar usai bersaksi di persidangan.

Menurut Yunahar, Muhammadiyah adalah organisasi yang independen dan sudah berusia lebih dari 100 tahun, lebih tua dari MUI. Sehingga, Yunahar, Muhammadiyah tidak terikat dengan fatwa MUI.

Terkait sikap dan pendapat keagamaan yang dikeluarkan MUI, Yunahar mengaku ikut bertanggungjawab dalam proses pembuatannya secara kelembagaan. Namun, dia mengaku tidak hadir dalam diskusi pembahasannya secara pribadi.

Baca Juga  Pengusaha Muslim Ini Pinjamkan Gratis Pesawat Pribadinya Untuk Safari Dakwah Dr Zakir Naik

Dalam kesaksiannya, Yunahar menyampaikan, Islam dengan tegas melarang memilih pemimpin non muslim dan itu tidak hanya terdapat dalam Surah Al Maidah Ayat 51 melainkan masih banyak ayat-ayat lainnya yang menjelaskan tentang larangan memilih pemimpin non muslim.

(baca: Saksi Ahli PBNU dan Muhammadiyah Nyatakan Ahok Menistakan Agama)

Menurut Yunahar, dengan menyebut ‘dibohongi pakai Al Maidah Ayat 51’ sebagaimana dikatakan Ahok dalam pidatonya di Kepulauan Seribu itu jelas telah menistakan agama sama jelasnya dengan larangan Islam melarang umatnya memilih pemimpin non muslim. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:

Loading…

Saiful Bahri

Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

[ad_2]
Sumber

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *