Investree dan Zurich Topas Life Bekerja Sama Luncurkan Produk Asuransi Kredit

Zurich Topas Life mengumumkan kerja sama dengan salah satu startup fintech di Indonesia, Investree, dalam peluncuran Digital Credit Protection. Program asuransi jiwa ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan keamanan finansial bagi pengusaha kecil dan profesional.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi Zurich Topas Life menggandeng perusahaan fintech peer-to-peer (P2P) lending seperti Investree dalam program ini. Menurut Presiden Direktur Zurich Topas Life, Peter Huber, tren digital di Indonesia saat ini sangat kuat. Industri fintech, khususnya P2P lending, menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang mampu menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat.

Indonesia Fintech Association (IFA), kata Huber, juga mencatat bahwa bisnis P2P lending menghadapi peluang besar untuk bertumbuh. Ia mengatakan kontribusi kredit baru untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dari sektor perbankan masih berkisar di angka 34,7 persen.

“Jika membicarakan pembiayaan, pinjaman yang diambil oleh pengusaha mikro maupun profesional biasanya memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang lebih besar, karena bisnis UKM sangat tergantung dengan owner. Kalau bisnis macet, itu (risiko kredit macet) akan lebih besar,” ujar Huber di Jakarta, belum lama ini.

Investree Pinjaman Karyawan | Screenshot

“Dengan demikian, akses ke layanan keuangan terutama asuransi sangat penting bagi mereka. Hal ini menjelaskan mengapa proteksi finansial memiliki peranan penting bagi pengusaha mikro dan profesional. Zurich Topas Life memandang ini sebagai peluang yang baik untuk memperluas jangkauan perusahaan dalam upaya meningkatkan akses proteksi ke masyarakat Indonesia,” sambungnya.

Digital Credit Protection tersedia dengan produk utama Investree, yaitu pinjaman karyawan dan tagihan pembiayaan untuk pengusaha. Program ini dilengkapi berbagai macam manfaat, termasuk cakupan yang berjangka hingga 70 tahun, tarif premium tetap selama periode asuransi, dan pertanggungan total yang bernilai hingga Rp100 juta.

Adapun Co-Founder dan CEO Investree, Adrian Asharyanto Gunadi, memandang kerja sama ini akan memberikan kontribusi positif bagi bisnisnya di Indonesia. “Ketentuan yang berlaku dalam Digital Credit Protection dapat meningkatkan rasa percaya dari sisi lender untuk berinvestasi melalui marketplace kami. Investasi mereka akan tetap aman apabila muncul risiko dari sisi debitur,” jelas Adrian.

asuransi feature image

Asuransi kredit mulai dilirik startup fintech P2P lending

Program asuransi kredit semacam ini sebenarnya merupakan praktik yang cukup lumrah ditemukan dalam bisnis pinjaman di lembaga keuangan konvensional. Sementara di bisnis fintech P2P lending sendiri, pengadopsian asuransi terhadap pinjaman yang dilakukan debitur mulai diterapkan oleh beberapa startup.

Sebelum Investree dan Zurich Topas Life bekerja sama, perusahaan fintech lainnya seperti KoinWorks sudah menerapkan hal serupa pada layanannya. Seperti yang dikatakan Co-Founder KoinWorks, Benedict Haryono, ketika dikonfirmasi Tech in Asia Indonesia. Ia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan asuransi Allianz sejak Maret 2016. “Premi dibebankan ke peminjam. Tapi sangat rendah biayanya, 0,24 persen (dari nilai pinjaman) per tahun,” kata Benedict.

Ilustrasi asuransi

Meski begitu, ada beberapa perusahaan fintech yang belum memakai asuransi karena alasan tertentu maupun sedang menimbang-nimbang perusahaan mana yang akan dijadikan mitra asuransi. Misalnya saja seperti Modalku, yang tengah mempertimbangkan menyediakan fasilitas asuransi.

“Saat ini belum ada asuransi untuk debitur. Tapi itu sesuatu yang kita sedang pertimbangkan untuk ke depannya. Untuk asuransi, sedang diproses beberapa pilihannya,” ujar Senior Marketing Manager Modalku, Ariani R. Hadioetomo.

Lain halnya dengan UangTeman, yang tidak menyediakan asuransi karena jangka waktu peminjaman yang mereka berikan pada debitur terbilang singkat. Menurut Deputy CEO UangTeman, Rio Quiserto, jangka waktu maksimal peminjaman di UangTeman hanya tiga puluh hari.

“Saat ini UangTeman belum ada kerja sama dengan perusahaan asuransi untuk nasabah yang mengajukan pinjaman. Alasannya, karena tenor yang diberikan UangTeman kepada nasabah maksimum hanya tiga puluh hari,” jelas Rio.

Sedangkan di Investree, Adrian mengatakan biaya premi asuransi ditanggung oleh debitur. Berapa persen besarannya, hal itu tergantung dari usia debitur dan sebagainya.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post Investree dan Zurich Topas Life Bekerja Sama Luncurkan Produk Asuransi Kredit appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Baca Juga  Transportasi Masa Depan Hyperloop Siap Jalani Uji Kelayakan di Tanah Air

Referensi

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *