Jawa Timur Telah Siap Tetapkan Batas Tarif dan Kuota untuk Uber, GrabCar, dan GO-CAR

Revisi aturan mengenai transportasi online roda empat, secara resmi telah berlaku pada tanggal 1 April 2017 yang lalu. Namun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan kalau ia masih akan terus melakukan kajian, termasuk dalam hal penentuan kuota kendaraan yang mendapat izin beroperasi.

Prinsipnya, apabila jumlah kendaraan transportasi online telah melebihi kuota, maka pemerintah akan menonaktifkan kelebihan armada tersebut. Namun Menteri Perhubungan juga mengizinkan para penyedia layanan untuk mengatur waktu operasional armada mereka, agar tidak menyalahi aturan.

“Misalnya diatur jam operasi. Seperti becak, ada becak malam dan siang,” ujar Budi kepada CNN Indonesia.

Sedangkan untuk berapa tepatnya kuota kendaraan yang diizinkan, Budi akan menyerahkannya kepada para pemerintah daerah. Di Jakarta sendiri, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memberikan isyarat kalau mereka akan menetapkan kuota lima armada transportasi online untuk setiap seribu penduduk.

Bagaimana aturan main di Jawa Timur?

GO-CAR | Kendaraan

Menanggapi revisi aturan tersebut, Gubernur Jawa Timur Soekarwo bahkan telah membuat sebuah rancangan Peraturan Gubernur. Dalam rancangan aturan yang diklaim sudah ditandatangani oleh perwakilan transportasi online tersebut, ada beberapa hal yang dijelaskan:

  • Tarif transportasi online minimal Rp3.450 per kilometer. Sedangkan untuk tarif maksimal, diserahkan pada mekanisme pasar.
  • STNK dibolehkan atas nama pribadi, namun harus didaftarkan pada badan usaha seperti koperasi.
  • Transportasi online tidak diperbolehkan menjemput penumpang di pusat keramaian, seperti terminal bus, stasiun kereta, pelabuhan, bandara, dan rumah sakit. Mereka hanya dibolehkan untuk menurunkan penumpang di tempat-tempat tersebut.
  • Penyedia layanan transportasi online harus melaporkan kegiatan usaha mereka setiap bulan kepada Kepala Dinas Perhubungan.
  • Penyedia layanan transportasi online wajib membuka kantor perwakilan di ibu kota provinsi, yaitu Surabaya.
  • Ditetapkan kuota kendaraan transportasi online untuk wilayah Jawa Timur yaitu 4.445 kendaraan. Semua armada tersebut harus mempunyai logo stiker berwarna kuning dan simbol khusus. Menurut Soekarwo, Ditjen Perhubungan Darat menyatakan kalau saat ini telah ada 3.500 kendaraan transportasi online di Jawa Timur, meski yang dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi baru 312 kendaraan.
Baca Juga  Berencana Ekspansi ke 8 Kota di Indonesia, 99.co Raih Pendanaan Rp105 Miliar

Seluruh transportasi online berupa mobil, mulai dari UberX, GrabCar, hingga GO-CAR, memang telah beroperasi di ibu kota provinsi Jawa Timur, yaitu Surabaya. GrabCar dan UberX bahkan sudah bisa kamu pesan di kota Malang.

“(Rancangan) Peraturan ini dibuat untuk seluruh Jawa Timur, namun sementara akan diberlakukan di Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) dan Malang terlebih dahulu,” ujar Soekarwo kepada JawaPos.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

The post Jawa Timur Telah Siap Tetapkan Batas Tarif dan Kuota untuk Uber, GrabCar, dan GO-CAR appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Referensi

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *