Kiat-Kiat Menyebarkan Budaya Lokal lewat Game dari Kreator Go! Go! Nippon!

[ad_1]
Video game adalah salah satu media yang banyak digunakan untuk mengenalkan budaya lokal ke pasar internasional. Para developer game, terutama yang berasal dari Jepang, sudah terkenal getol memasukkan unsur budaya ke dalam karya mereka, baik itu budaya modern ataupun budaya tradisional. Tak heran, bila pergi ke negeri sakura, kamu yang pernah memainkan karya mereka akan langsung merasa familier dengan lingkungan sekitar.

Developer Indonesia pun tak mau ketinggalan. Banyak game lokal yang dijual untuk pasar global namun memiliki unsur budaya nusantara di dalamnya, seperti DreadOut, Nusakana, dan Just Deserts. Tapi ingat, bila tidak dieksekusi dengan baik, budaya lokal justru bisa membuat game terkesan maksa atau garing.

Tech in Asia Indonesia berkesempatan mewawancara seorang developer asal Jepang yang game buatannya sangat kental akan budaya lokal. Ia adalah Bamboo, CEO studio OVERDRIVE sekaligus kreator di balik visual novel Go! Go! Nippon! Simak kisah di balik pengembangan Go! Go! Nippon! serta kiat-kiat dari Bamboo untuk memasukkan unsur budaya dalam video game lewat artikel ini.

Beri perhatian khusus pada pasar luar negeri

Go! Go! Nippon! 2015 | Screenshot 1

Go! Go! Nippon! berbeda dari kebanyakan game asal Jepang yang pertama kali dipasarkan di negeri asalnya dahulu, baru kemudian diterjemahkan untuk dijual secara global. Game ini justru dari awal dibuat demi para peminat kebudayaan Jepang di luar negeri.

“Ketika saya menghadiri acara-acara konvensi di luar negeri, baik lewat MangaGamer atau pertunjukan musik saya sendiri, saya mendengar banyak fan berkata bahwa mereka ingin mengunjungi Jepang namun tak bisa karena kendala finansial. Karena itulah, saya terpikir untuk membuat game yang bisa memperkenalkan budaya Jepang dengan biaya semurah guidebook,” cerita Bamboo.

Baca Juga  Demi Gaet Penulis Berkualitas, UC News Siap “Hamburkan” Rp10 Miliar Setiap Bulan

Karena dibuat dengan visi di atas, Go! Go! Nippon! akhirnya menjadi game dengan banyak fitur yang memanjakan penggemar luar negeri pula. Contohnya seperti fitur konversi mata uang, teks bilingual dengan pilihan antara tulisan Jepang atau romaji, dan sebagainya. Tempat-tempat yang bisa dikunjungi dalam game pun tak hanya berupa objek wisata populer, tapi juga lokasi-lokasi tersembunyi yang punya nilai budaya menarik.

Bamboo menjelaskan, “Saya menghabiskan sebagian besar waktu untuk memilih lokasi yang muncul dalam game. Ada kalanya saya merasa kaget melihat budaya lokal ketika sedang bepergian ke negara lain. Saya ingin mengimplementasikan adegan-adegan yang memberi efek serupa.”

Pilih rekomendasi secara personal

Go! Go! Nippon! 2015 | Screenshot 2

Menurut Bamboo, strategi yang perlu diperhatikan oleh para developer untuk memperkenalkan budaya lewat game terletak pada daya tarik budaya itu sendiri. “Saya rasa yang penting adalah bagaimana kamu bisa membuat pemain menikmati budaya yang paling kamu rekomendasikan, atau paling ingin kamu perkenalkan,” demikian jelasnya.

Sayangnya, bila kita berbicara tentang budaya yang paling menarik, terkadang antara satu developer dengan developer lainnya bisa memiliki ide serupa. Contohnya, budaya Jepang identik dengan hal-hal seperti samurai atau ninja. Sementara budaya Indonesia umumnya direpresentasikan dengan motif wayang atau burung garuda.

Kebiasaan tersebut memang bisa membuat karya-karya punya nuansa mirip satu sama lain, tapi Bamboo sendiri berpendapat bahwa hal itu bukan masalah. “Hal-hal seperti ini adalah bagian dari kultur dan ikon negara asalnya, jadi menurut saya itu sah-sah saja,” katanya.

Bamboo | Photo 1

Bamboo, kreator Go! Go! Nippon!

Developer juga tidak perlu terkotak-kotak oleh batas antara budaya tradisional dan modern, sebab meski punya karakteristik berbeda, pada akhirnya tujuan keduanya sama: memperkenalkan hal baru kepada para pembaca (pemain).

Baca Juga  Bagaimana Saya Menemukan Partner Saat Masih Awam di Dunia Startup

Bamboo bercerita, “Ada sebuah pepatah di Jepang yang berbunyi, ‘Ketahuilah hal baru dengan mempelajari hal lama’. Saya rasa baik mempelajari budaya tradisional ataupun modern sama-sama penting.”

Terus mengikuti perkembangan zaman

Go! Go! Nippon! 2015 | Screenshot 3

Go! Go! Nippon! telah berhasil dirilis di pasaran pada tahun 2011, namun Bamboo tidak berhenti begitu saja. Ia memberi update konten di tahun 2015 serta 2016 supaya para penggemar bisa mengetahui perubahan lokasi wisata yang terjadi di Jepang. Contohnya seperti Tokyo Skytree yang baru berdiri pada tahun 2012, atau stasiun Tokyo yang mengalami pemugaran di tahun 2013.

Lewat kerja sama dengan MangaGamer, Go! Go! Nippon! juga mendapat tambahan translasi ke bahasa Cina. Kedua ekspansi pun tersedia dalam dua bentuk, yaitu DLC dan stand-alone, sehingga memudahkan pembeli untuk memilih paket produk yang mereka inginkan.

Bamboo juga berencana untuk membuat sekuel baru Go! Go! Nippon! yang berisi cerita serta karakter-karakter baru sebelum tahun 2020. Tahun 2020 cukup istimewa, sebab bertepatan dengan Olimpiade yang akan diadakan di kota Tokyo. Menjelang ajang tersebut, tentunya pamor Jepang sebagai tujuan wisata akan meningkat, sehingga panduan seperti Go! Go! Nippon bisa bermanfaat untuk lebih banyak orang.

Khusus untuk Indonesia sendiri, menurut Bamboo unsur budaya yang menarik terletak pada makanannya. Ia berkata, “Saya mencintai masakan Indonesia. Saya ingin berkunjung ke Indonesia suatu hari nanti, dan menikmati rasa aslinya.”

Bamboo berharap agar para developer di Indonesia bisa terus sukses dalam berkarya. Semoga saja semakin banyak produk berkualitas yang ditelurkan oleh anak-anak bangsa, sehingga budaya negara ini bisa lebih dikenal di seluruh dunia.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post Kiat-Kiat Menyebarkan Budaya Lokal lewat Game dari Kreator Go! Go! Nippon! appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Baca Juga  Mirip Instagram Stories, Apakah WhatsApp Status Juga Punya Potensi Bisnis?
[ad_2]
Sumber

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *