Kondisi Terkini Penyidik KPK Novel Baswedan Usai Disiran Air Keras Orang Tak Dikenal

Kondisi Terkini Penyidik KPK Novel Baswedan usai Disiram Air Keras Orang Tak Dikenal, Selasa (11/7/2017). (liputan6.com)

Terkinee.com – Jakarta.  Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal usai salat subuh di kawasan Kepala Gading, Jakarta Utara.

Saat ini Novel tengah dirawat intensif di rumah sakit. Berdasarkan foto yang beredar, wajah Novel tampak melepuh di bagian kedua mata dan kening.

Dia pun terbaring di tempat tidur rumah sakit. Pada bagian mata dan kening yang terbakar air keras, nampak sudah diolesi salep berwarna putih.

Saat ini polisi tengah memeriksa saksi-saksi yang melihat peristiwa penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

Menurut Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono, saksi menyebut ada dua laki-laki yang datang dari arah Pegangsaan. Namun, polisi belum mengetahui siapa pelaku yang menyiram air keras pada Novel Baswedan.

“Sementara menyebutkan ada dua laki-laki yang datang dari arah Pegangsaan, pelaku belum dikenali. Sekarang masih pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Dwiyono seperti dilansir liputan6.com

Sebelumnya diberitakan bahwa Penyidik KPK Novel Baswedan mengalami teror siraman air keras. Novel disiram usai salat subuh di masjid dekat rumahnya.

“Informasi yang saya terima begitu. Saya dikabari ibu,” kata kakak Novel, Taufik Baswedan dikutip dari detikcom, Selasa (11/4/2017).

Belum diketahui siapa pelaku penyerangan terhadap Novel ini. Ketika dihubungi via telepon, Taufik tengah meluncur ke Kelapa Gading. Rumah Noven Baswedan memang berada di Kelapa Gading.

“Ini saya sedang meluncur ke sana,” ujar Taufik.

Novel selama ini menangani kasus-kasus besar yang ada di KPK. Dia merupakan penyidik yang dianggap tidak pandang bulu dalam menangani kasus. Salah satu kasus besar yang saat ini dia tangani adalah kasus korupsi e-KTP.

Ketika dikonfirmasi hubungan antara penyiraman air keras yang dialami Novel dengan kasus E-KTP yang saat ini sedang ditanganinya,  kepolisian mengaku masih mendalami kasus tersebut dan meminta masyarakat tidak menduga-duga.

Baca Juga  Ribuan Orang 'Haus' Ilmu Zakir Naik di Bekasi

“Masih kita dalami,” ujar Kombes Dwiyono seperti dilansir detikcom, Selasa (11/4/2017).
Polisi saat ini masih melakukan pendalaman. Dalam waktu dekat polisi akan memberi keterangan.

Kombes Dwiyono juga meminta agar masyarakat tak menduga-duga.

“Jangan berandai-andai,” ujarnya menjawab pertanyaan apakah penyerangan terhadap Novel terkait kasus e-KTP.

Saat ini persidangan kasus e-KTP sedang berjalan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sejumlah nama besar mulai dari mantan menteri hingga ketua DPR disebut dalam persidangan. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:

Loading…

Saiful Bahri

Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Referensi

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *