Pemkot Malang Larang GO-JEK dan Uber Jemput Penumpang di Sejumlah Lokasi

[ad_1]
Pada tanggal 27 Februari 2017, Dinas Perhubungan Kota Malang mengeluarkan aturan yang membatasi operasional layanan transportasi online di kota tersebut. Berdasarkan aturan itu, para pengemudi transportasi online seperti GO-JEK dan Uber di kota Malang kini tidak diperbolehkan untuk menjemput penumpang di kawasan perhotelan, mal, stasiun, terminal, tempat hiburan, pasar, rumah sakit, dan jalan yang dilalui angkutan kota.

Aturan tersebut merupakan hasil dari pertemuan antara Pemerintah Kota Malang, perwakilan angkutan konvensional, dan perwakilan angkutan online di Balai Kota Malang. Sebelumnya, pada tanggal 20 Februari 2017, ratusan supir angkutan umum di kota Malang melakukan aksi demonstrasi terhadap operasional transportasi online yang dinilai mengurangi pendapatan mereka.

Uber menolak menandatangani aturan tersebut

Di kota Malang sendiri kini telah ada dua layanan transportasi online besar yang beroperasi, yaitu GO-JEK dengan layanan ojek online, serta Uber dengan layanan UberX. Beberapa pengemudi GrabCar pun telah bisa dipesan di kota tersebut, meski Grab sendiri belum secara resmi hadir di sana.

Kepada Tech in Asia Indonesia, Uber menyatakan kalau perwakilan mereka yang menghadiri pertemuan tersebut tidak ikut membubuhkan tanda tangan persetujuan. Berikut ini adalah pernyataan lengkap dari Uber.

Kehadiran Uber di Malang sejalan dengan Permenhub 32/2016 yang memuat aturan tentang ridesharing – Uber telah bekerja sama dengan Koperasi Wiratama Mandiri Sejahtera yang telah memiliki izin operasional sebagai operator transportasi.

Perwakilan mitra koperasi kami yang menghadiri pertemuan tersebut tidak menandatangani perjanjian tersebut karena Uber dan koperasi mitra kami percaya bahwa solusi yang dihadirkan aplikasi mobilitas seperti Uber menghadirkan pilihan baru bagi warga dan pengunjung di Malang. Pada intinya, memberikan pilihan akan memberi manfaat positif bagi konsumen. Kami juga percaya bahwa aplikasi mobilitas seperti Uber dapat hadir berdampingan dan menjadi bagian ekosistem transportasi publik yang ada.

Kami menyadari bahwa ekosistem perusahaan ridesharing seperti Uber terus tumbuh dan berkembang dan butuh waktu untuk benar-benar diterima secara utuh.

Kami akan terus melanjutkan dialog dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan yang terkait dengan hal ini, agar kami tetap dapat mendukung sistem mobilitas di Kota Malang.

Masalah yang sering terjadi di berbagai kota

Demonstrasi Angkutan Umum | Feature

Ratusan taksi menutup Jl. Gatot Subroto, Jakarta

Kasus ini seperti mengingatkan kita terhadap konflik antara transportasi konvensional dan transportasi online yang pernah terjadi di kota Jakarta. Konflik tersebut bahkan sempat memicu beberapa aksi demonstrasi yang diwarnai kekerasan.

Baca Juga  Miliki 22 Ribu Pelanggan, Printerous Raih Pendanaan Pra Seri A Rp18 Miliar

Namun sejak mediasi yang dilakukan pemerintah, serta diresmikannya aturan terkait transportasi online, konflik tersebut cenderung mereda. Kedua model transportasi tersebut bahkan cenderung membangun kerja sama, seperti yang terjadi antara GO-JEK dengan Blue Bird, serta Uber dengan Express Group.

Perwakilan Grab menjelaskan kepada Tech in Asia Indonesia kalau friksi seperti di Malang memang hampir selalu terjadi di setiap kota baru yang dijangkau oleh transportasi online. Dan tak jarang muncul kesepakatan-kesepakatan tertentu untuk mengatasinya.

“Contohnya adalah layanan GrabBike di Jakarta yang membuat perjanjian dengan para ojek konvensional kalau mereka tidak boleh menjemput penumpang tepat di depan stasiun, namun harus maju sekian meter dari pintu stasiun,” ujar perwakilan Grab tersebut.

Tech in Asia Indonesia telah menghubungi perwakilan GO-JEK terkait kejadian ini, namun belum menerima tanggapan.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan dan Pradipta Nugrahanto)

The post Pemkot Malang Larang GO-JEK dan Uber Jemput Penumpang di Sejumlah Lokasi appeared first on Tech in Asia Indonesia.

[ad_2]
Sumber

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *