Raih Pendanaan Awal, Pomona Berambisi Menjadi Shopkick-nya Indonesia

Pomonastartup yang berfokus dalam menjembatani kegiatan belanja offline melalui pemberian stimulus online berupa poin reward dan lain-lain, pada hari Kamis 6 April ini resmi mengumumkan pendanaan yang mereka terima dari pihak investor. Pendanaan dari Frontier Capital, PRASETIA, dan sederet Angel Investor dengan jumlah yang tidak disebutkan ini akan dimanfaatkan Pomona untuk mendorong laju pertumbuhannya di tahun 2017.

Frontier Capital yang diwakili oleh Handi Irawan menjelaskan bahwa pendanaan tahap seed ini merupakan bentuk komitmen dari investor yang menaruh kepercayaan mereka terhadap visi yang dimiliki oleh Pomona.

“Kami melihat Pomona sebagai kanal penghubung antara konsumen, retail, dan juga brand, yang mana semua pihak akan sama-sama diuntungkan di sini. Melalu mediasi yang tercipta antara retail offline dengan layanan berbasis lokasi yang ditawarkan Pomona, kami percaya hal ini bisa mengubah perilaku berbelanja konsumen di era modern seperti sekarang,” tulis Handi Irawan.

Pomona | Photo 1

Optimisme senada juga diungkapkan Arya Setiadharma, CEO PRASETYA, perusahaan kontraktor dan infrastruktur merangkap VC yang turut menjadi salah satu investor startup tersebut. “Melalui Pomona, kini retail dan produsen brand memiliki alat yang cukup dalam menggandeng target market mereka, terutama kalangan millennial,” ungkap Arya.

Pendanaan tahap awal tersebut sekaligus membuka tahap kerja sama baru bagi Pomona. Handi Irawan, selaku CEO Frontier Capital sekaligus Founder Top Brand Awards juga ditunjuk menjadi presiden komisioner Pomona. Harapannya dengan pengalaman yang dimiliki Handi Irawan di dunia marketing, Pomona dapat mewujudkan misinya menjadi aplikasi shopping companion paling komprehensif di Indonesia.

Pencapaian signifikan di tahun pertama Pomona

Pomona | Photo 2

Sejak resmi diluncurkan bulan Mei 2016, Pomona mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan di tahun pertamanya. Tujuan awal dibuatnya Pomona sendiri adalah untuk membantu meningkatkan angka penjualan retail offline melalui pemberian insentif berupa poin kepada para pengguna aplikasinya.

Baca Juga  Berita Startup Teknologi di Indonesia Minggu Ini 26 Februari 2017

Harapannya melalui pemberian reward yang diperoleh lewat aktivitas pemindaian barcodecheck-in tempat, dan sebagainya, konsumen menjadi lebih giat dalam bertransaksi offline dan pihak retail memiliki peluang lebih dalam menghadapi perilaku belanja online di tengah masyarakat.

Dalam kurun waktu satu bulan setelah diluncurkan, aplikasi Pomona telah mendorong aktivitas pemindaian barcode sebanyak tiga ratus ribu kali dan saat ini telah diunduh lebih dari tujuh puluh ribu pengguna.

Pomona sendiri diklaim telah menjalin afiliasi bersama lebih dari enam ratus pertokoan yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan Jakarta meliputi kategori kosmetik, gadget, ritel makanan, dan lain-lain. Pada pertengahan Maret 2017, Pomona bahkan digandeng salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta sebagai bagian dari layanan virtual concierge sekaligus merangkap informasi direktori dari mal yang bersangkutan.

Gabungan beberapa hal tersebut menunjukkan potensi besar yang dimiliki Pomona sehingga membuatnya memiliki nilai lebih di mata para investor.

Berambisi menjadi Shopkick-nya Indonesia

Pomona Grand Indonesia | photo

Dengan pendanaan awal yang mereka terima, Benz Budiman selaku CEO menjelaskan ke depan tim Pomona akan lebih banyak mengutamakan kegiatan marketing sekaligus memperbesar kapabilitas dari teknologi yang mereka miliki.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan beberapa fitur gamificiation untuk memberi pengalaman berbelanja offline yang lebih menarik bagi para user kami. Fitur tersebut tak hanya membuat berburu poin menjadi lebih menyenangkan tetapi juga memberikan impact yang lebih besar bagi partner retail dan brand kami terutama dalam memahami perilaku konsumen secara real-time,” ungkap Benz.

Kepada Tech in Asia Indonesia, Benz lebih lanjut mengungkapkan fokus Pomona di tahun 2017 adalah menjadi solusi berbasis ROI (Return on Investment) bagi pemilik bisnis retail dan juga para pelaku brand, seperti yang dilakukan Shopkick di Amerika Serikat. Benz sendiri juga tidak menutup kemungkinan untuk memperluas cakupan Pomona di sejumlah kota besar di tanah air.

Baca Juga  5 Strategi Content Marketing Untuk E-Commerce Tahun 2017

(Diedit oleh Septa Mellina)

The post Raih Pendanaan Awal, Pomona Berambisi Menjadi Shopkick-nya Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Referensi

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *