Sikap Menkominfo dan Kepolisian Terkait Penjualan Barang Terlarang di Marketplace

[ad_1]
Pada tanggal 30 Desember 2016 yang lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara telah merilis Surat Edaran No.5 Tahun 2016 terkait batasan tanggung jawab penyedia layanan marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak. Dalam surat tersebut, Menkominfo menjamin kalau penyedia layanan tersebut tidak akan disalahkan secara hukum apabila ada pengguna mereka yang menjual barang-barang terlarang.

Kebijakan tersebut pun dikenal dengan istilah Safe Harbor Policy. “Kebijakan ini saya harap bisa memberikan rasa nyaman kepada para pelaku industri e-commerce, serta mendorong percepatan pertumbuhan teknologi mereka,” tutur Menkominfo Rudiantara dalam konferensi pers yang berlangsung pada tanggal 27 Februari 2016 ini.

Menurut Menkominfo, ide pembuatan Safe Harbor Policy ini sebenarnya justru datang dari para pelaku industri yang diwakili oleh Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDEA). Sebagai wakil dari pemerintah, dirinya hanya berusaha memberikan koridor dan mendorong para pelaku industri e-commerce untuk bisa mengatur bisnis mereka sendiri.

Surat edaran tersebut pun telah dikirimkan oleh Menkominfo kepada pihak-pihak terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kepolisian Republik Indonesia. Dalam surat tersebut dijelaskan secara rinci berbagai jenis barang maupun jasa yang terlarang untuk dijual, mulai dari barang-barang yang berbau pornografi, perjudian, tanaman dan binatang yang dilindungi, narkoba, hingga jasa pernikahan siri.

Namun harus diingat kalau aturan ini hanya berlaku bagi para pelaku e-commerce yang barang dagangannya berasal dari para pengguna. Adapun untuk peritel online yang menjual barang milik sendiri, mereka tentu tetap harus bertanggung jawab secara hukum apabila terbukti menjual barang dan jasa yang terlarang.

Contoh kasus yang telah ditangani kepolisian

Online Shopping | Ilustrasi

Pihak kepolisian mengaku kalau mereka sudah menangani beberapa kasus setelah surat edaran tersebut dibuat. Hal ini dinyatakan oleh AKBP Nona Pricillia dari Direktorat Cyber Crime yang mengatakan kalau pihaknya baru-baru ini telah menyelesaikan kasus penjualan kaos bergambar palu arit di sebuah marketplace tanah air.

Baca Juga  [Coffee Hour] Strategi Pemasaran Terbaik untuk Startup dengan Bujet Terbatas

“Kami memutuskan untuk tidak menindak sang pembuat layanan marketplace. Karena ketika kami selidiki, mereka ternyata telah melakukan penyaringan kata kunci (keyword) dengan baik. Namun penjual tersebut luput dari penyaringan karena menggunakan nama produk yang berbeda,” jelas Nona.

Pihak kepolisian pun memutuskan untuk mencari sang penjual yang kebetulan menggunakan nama samaran, dan kini telah melakukan penangkapan terhadapnya.

Keharusan untuk menyediakan sarana pengaduan

Strategi e-commerce di bulan Ramadan | Feature

Menyikapi aturan Safe Harbor Policy tersebut, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo Samuel Abrijani Pangarepan menyarankan setiap penyelenggara marketplace untuk mengetahui dengan jelas data para pengguna mereka. Hal ini penting agar mereka bisa terhindar dari masalah ketika muncul kasus hukum.

Surat edaran tersebut sendiri memang menjelaskan kalau pembuat marketplace harus menyajikan syarat dan ketentuan penggunaan yang jelas, serta menyediakan sarana pengaduan di platform mereka. Para marketplace diharuskan untuk segera melakukan pemblokiran atau penghapusan produk apabila memang terbukti ada barang atau jasa terlarang yang dijual oleh pengguna mereka.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya menyatakan kalau sebelum adanya surat edaran tersebut, pihaknya memang telah melakukan pengawasan terhadap semua barang yang dijual di platform mereka. “Ke depannya, kami akan mengembangkan teknologi tersebut dengan bantuan machine learning, agar bisa melakukan penyaringan dengan lebih efektif”, tutur William kepada Tech in Asia Indonesia.

(Diedit oleh Septa Mellina)

The post Sikap Menkominfo dan Kepolisian Terkait Penjualan Barang Terlarang di Marketplace appeared first on Tech in Asia Indonesia.

[ad_2]
Sumber

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *