Startup Penyedia Layanan Helpdesk Bornevia Akan Hentikan Layanan pada April 2017

Menurut pantauan Tech in Asia Indonesia pada tanggal 16 Maret 2017 ini, startup penyedia layanan helpdesk untuk bisnis online Bornevia telah mengirimkan email terkait penutupan layanan kepada para pengguna mereka. Menurut email tersebut, layanan Bornevia akan dihentikan pada akhir bulan April 2017.

Berikut ini adalah isi lengkap dari email tersebut:

“Sehubungan dengan keputusan investor kami, maka per akhir April 2017 Bornevia akan menutup layanan softwarenya. Hal ini dikarenakan likuidasi yang akan dilakukan oleh pihak investor terhadap aset Bornevia.

Oleh karena itu, untuk semua Premium / Paid users kami akan diberikan dua pilihan:

  1. Data tickets bisa dimigrasi ke Zendesk (software yang direkomendasikan).
  2. Data tickets bisa diexport dan dipindahkan ke software yang diinginkan.

Untuk pembayaran, bagi yang memilih layanan bulanan tidak akan dibebankan biaya lain hingga akhir April ini. Dan untuk yang berlangganan tahunan, sisa pembayaran akan dikembalikan pro rata.”

Lewat sambungan telepon, pihak Bornevia menyatakan kalau informasi ini benar, dan pengumuman lebih lanjut akan mereka sampaikan pada hari Senin, 20 Maret 2017.

Bornevia | Screenshot

Pada awal tahun 2015, Bornevia telah mendapatkan pendanaan pra seri A yang tidak diungkapkan jumlahnya dari East Ventures dan Beenos Partners.

Kepada Tech in Asia Indonesia, Managing Partner East Ventures Willson Cuaca membenarkan kalau Bornevia memutuskan untuk menghentikan layanan Software as a Service (SaaS) mereka. Namun terkait proses likuidasi yang disebutkan di dalam email pengumuman, Willson menyatakan kalau para investor tidak mengetahui tentang hal itu.

read also

Bornevia sendiri merupakan aplikasi helpdesk yang dibentuk oleh Benny Tjia dan Tjiu Suryanto. Keduanya sempat bekerja di Silicon Valley, Amerika Serikat sebelum memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
Referensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *