Tip Mengatur Alur Kerja dan Komunikasi dalam Pengembangan Audio Game

Halo kembali lagi di artikel serial musik game bersama saya Tian dari Monkey Melody. Setelah berkenalan dengan lima bagian dalam musik gamekali ini saya akan coba berbagi tip agar dapat menghasilkan audio yang optimal dalam sebuah game.

Artikel ini akan saya bagi dalam dua bagian, yaitu pada saat proses persiapan dan proses eksekusi atau pengerjaan. Tulisan ini sendiri khusus memberikan tip bagaimana membangun komunikasi dan alur kerja yang baik dengan komposer musik  game di masa persiapan, atau sebelum membuat aset suara dalam sebuah game.

Semua ini berdasarkan pengalaman serta kasus yang pernah saya dan tim alami dalam mengerjakan proyek audio game. Tentunya, saya juga akan membagikan solusi-solusinya.

Di awal karier terjun ke dunia audio game, masalah komunikasi ini menjadi momok untuk saya. Pernah mendengar istilah client from hell? Ya, inilah yang saya alami di awal karier. Pada saat itu, banyak ide dan karya saya yang ditolak. Bayangkan saja, saya bisa merevisi satu musik hingga lima kali—bahkan lebih!

Dari situ saya sadar bahwa ada yang salah dengan proses kerja saya. Ini berdampak pada aspek psikologis, proses, dan hasil akhir produk game. Setelah ngobrol-ngobrol dengan beberapa klien, ternyata masalahnya ada di bagian komunikasi dan alur kerja sebelum eksekusi pengembangan musik dan suara.

Saat itu, saya sendiri masih agak kesulitan menemukan best practice untuk alur pembuat audio game. Klien saya juga baru pertama kali menggunakan jasa pembuatan musik dan suara.

Mulai saat itu, saya mencoba riset bagaimana caranya membangun tool  komunikasi dan alur kerja. Saya sempat membaca satu buku yang sangat bagus karya Winifred Phillips yang berjudul A Composer’s Guide to Game MusicIa adalah salah satu komposer yang mengerjakan musik untuk game God of Wars & Little Big Planet.

Dari buku tersebut dan dari beberapa artikel di internet, saya menemukan beberapa tip yang sesuai dengan kebutuhan saya. Kemudian, saya mengembangkannya menjadi satu alur komunikasi yang—menurut saya dan tim—lebih efektif.

Baca Juga  Mirip Instagram Stories, Apakah WhatsApp Status Juga Punya Potensi Bisnis?

Dan berikut ini adalah tip dan trik yang saya dapatkan untuk membantumu mengembangkan musik dan suara secara berurutan.


Proses briefing

Bekerja di Perusahaan Besar|Image 4

Proses ini adalah proses yang sangat penting, karena menentukan kelancaran proses selanjutnya. Jadi, kamu harus melakukan proses ini dengan maksimal.

Pada proses awal ini, biasanya saya meminta game design document (GDD) kepada produser game untuk dibahas bersama-sama. Sayangnya, tidak semua produser game mau menyediakan GDD karena alasan konfidensial.

Di dalam proses ini, seorang developer game harus menjelaskan konsep yang diusung dalam karyanya. Ia juga harus mampu menjelaskan objektif yang ingin dicapai dari game tersebut kepada komposer audio game. Jadi, keduanya bisa bekerja sama untuk mengoptimalkan audio game. 

Saat kami mengembangkan audio untuk game Tahu Bulat, kami hanya punya waktu dua hari untuk menyelesaikan audionya, karena objektif game ini adalah perilisan yang cepat dan optimal.

Saat mengembangkan game lanjutannya, Nasi Goreng, salah satu objektinya adalah ukuran output size game. Itu sebabnya, aset suara harus lebih kecil namun tidak berimbas parah terhadap kualitas output. Pertimbangan kami saat itu adalah beragamnya perangkat yang digunakan para player Own Games. Selain itu, kebanyakan dari mereka memakai handphone kelas menengah ke bawah dengan memori yang terbatas.

Kami pun memasukkan hal-hal tersebut dalam daftar pertimbangan kami dalam pengerjaan audio.


Audio design document

musik game | featured image

Setelah melalui proses briefing, biasanya saya dan tim akan mengolah kembali informasi yang sudah diberikan developer game menjadi satu dokumen yang biasa disebut dengan audio design document. Dokumen ini berisi kumpulan brief, ide, riset, check list, dan timeline development.

Dokumen ini sangat penting bagi kami sebagai alat komunikasi untuk menjembatani kami sebagai pekerja audio dengan teman-teman developer game— yang mungkin sebagian besar masih awam dengan berbagai macam teknis audio.

Baca Juga  Susul Versi Mobile, Facebook Live Akhirnya Dirilis untuk PC

Selain itu, dokumen ini juga berguna untuk menjadi satu media kesepakatan mengenai ide, gaya, dan proses pengembangan musik dan suara yang akan kami buat dengan developer game. Jadi, developer game bisa mendapat gambaran mengenai ide dan suara yang akan dibangun.

Yang terpenting, tidak ada lagi masalah komunikasi yang berujung pada banyaknya revisi. Jika kamu ingin mencoba mempraktikan audio design document, kamu bisa menggunakan template ini untuk membuatnya.


Sketsa musik dan suara

Setelah kami sampai di fase pembuatan audio design document, ternyata masih ada satu masalah lagi yang terjadi. Beberapa klien mengerti dengan ide yang akan kami bangun, tetapi mereka belum bisa membayangkan hasil dari ide tersebut.

Setelah mengonversi hasil briefing menjadi audio design document, langkah selanjutnya adalah mengonversi audio design document tersebut menjadi hasil sketsa musik yang bisa didengarkan bersama.

Ini adalah contoh bentuk sketsa musik hingga musik final yang pernah kami buat untuk game Toriko dari Happy Labs.

Kamu juga dapat mendengarkan seluruh aset suara dengan memainkan Toriko di sini.


Setelah melakukan semua proses di atas, saya dan tim punya banyak landasan yang kuat untuk membangun aset audio. Kami juga tidak takut lagi untuk mengeksekusi ide-ide untuk mengoptimalkan audio game yang tengah kami kembangkan.

Bagi kami, proses ini terbukti sangat efektif untuk menyelesaikan banyak hal dalam pengembangan audio game. Inti dari proses ini adalah bentuk komunikasi yang jelas di awal, agar kedua belah pihak sama-sama mau menerima ide untuk saling mengoptimalkan produk game. 

Sekian tip dari saya dan tim untuk persiapan membangun aset audio game. Jika kamu punya pertanyaan lebih lanjut, silakan menuliskannya di kolom komentar. Sampai jumpa di artikel serial musik game bagian keempat!

Baca Juga  Facebook Siapkan Beragam Fitur Tampilan Iklan pada Konten Video Pengguna

(Diedit oleh Septa Mellina; Sumber Gambar: Sheffieldav)

The post Tip Mengatur Alur Kerja dan Komunikasi dalam Pengembangan Audio Game appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Referensi

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *