[Update] Kumpulan Startup Pendidikan di Indonesia

[ad_1]
(Update 6 Maret 2017: Untuk menyesuaikan tema artikel, kami menarik TokoEdukasi dari daftar; menghapus Medidu dan e-Tryout; menambahkan KelasKita, Sukawu, Bahaso, MejaKita, AIMSIS, dan Quintal ke dalam daftar; serta mengubah sejumlah detail informasi.)

Pertumbuhan startup pendidikan di Indonesia memang bisa dibilang belum secepat ranah lainnya, seperti e-commerce misalnya. Meskipun demikian, sudah ada beberapa startup lokal yang ambil bagian dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan di negara ini.

Berikut ini adalah beberapa startup pendidikan yang telah beroperasi di tanah air.

RuangGuru

RuangGuru | Screenshot

Ruangguru adalah sebuah marketplace yang bisa menghubungkan para pelajar dengan guru-guru berkualitas. Selain itu, mereka juga menyediakan layanan materi pembelajaran yang bisa diakses secara online.

RuangGuru telah mendapat pendanaan Seri A sebesar tujuh digit dalam dolar dari Venturra Capital. Mereka pun telah meluncurkan aplikasi khusus untuk memudahkan para orang tua dalam mengontrol perkembangan belajar anak-anak mereka di layanan RuangGuru.

Download aplikasi RuangGuru di sini


HarukaEdu

HarukaEdu | Screenshot

HarukaEdu adalah sebuah platform belajar online yang bisa digunakan oleh para lembaga pendidikan. Hingga saat ini, mereka telah bekerja sama dengan enam instansi pendidikan, yaitu London School of Public Relations, Universitas Wiraswasta Indonesia, President University, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, ESQ Business School, dan Institut Teknologi Harapan Bangsa.

Pada tanggal 7 November 2016 yang lalu HarukaEdu mengumumkan pendanaan sebesar US$2,2 juta (sekitar Rp29 miliar) yang dipimpin oleh Pearson Affordable Learning Fund (PALF) dan Samator Education. Mereka pun merupakan salah satu startup yang terpilih untuk mengikuti program akselerator Google Launchpad.

Kunjungi situs HarukaEdu di sini


Squline

squline kursus online jepang|web

Squline adalah situs belajar bahasa asing yang bisa menghubungkan para siswa dengan para penutur asli yang berasal dari negara asing tersebut. Saat ini, mereka telah menyediakan kelas untuk belajar Bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang.

Pada tahun 2016 yang lalu, Squline mendapat investasi Pra Seri A dari Prasetia Dwidharma.

Baca Juga  Ransomware Kini Manfaatkan AI, Bagaimana Mencegah Serangannya?

Kunjungi situs Squline di sini


PesonaEdu

PesonaEdu | Screenshot

PesonaEdu merupakan penyedia konten digital serta software pendidikan yang bisa digunakan oleh masyarakat tanah air. Mereka merupakan salah satu pelopor startup edukasi di Indonesia, dan telah meluncurkan PesonaEdu Store untuk menjual berbagai konten yang mereka miliki.

Kunjungi situs PesonaEdu di sini


Zenius

Zenius | Screenshot

Zenius merupakan sebuah platform online yang menyediakan video pembelajaran serta worksheet untuk para siswa. Situs ini sudah memiliki puluhan ribu video pembelajaran yang bisa dilihat dengan membeli voucer serta mengaktifkan akun premium terlebih dahulu.

Selain video online, Zenius juga menjual VCD dan DVD bagi mereka yang memiliki akses internet terbatas yang bisa dibeli secara online, maupun di reseller offline Zenius yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Kunjungi situs Zenius di sini


WardayaCollege

WardayaCollege | Screenshot

WardayaCollege adalah sebuah situs yang memungkinkan kamu untuk belajar secara online. Selain menyediakan video pembelajaran, WardayaCollege juga menyediakan beberapa kuis gratis bagi para penggunanya.

Berbeda dari pemain serupa yang memfasilitasi berbagai pelajaran, WardayaCollege berfokus pada pelajaran matematika dan sains.

Kunjungi situs WardayaCollege di sini


Kelase

Kelase | Screenshot

Kelase merupakan startup yang bisa menyediakan platform kelas online bagi sekolah, perusahaan, maupun komunitas. Beroperasi sejak bulan Maret 2013, saat ini mereka mengklaim telah mempunyai 75.223 pengguna, dan 56 persen di antaranya merupakan pengguna aktif bulanan.

Pada tahun 2014 yang lalu, Kelase telah mendapat pendanaan tahap awal dari PT. Insight Investments.

Kunjungi situs Kelase di sini


GoeSmart

Goesmart | Screenshot

GoeSmart merupakan media sosial bagi siswa, guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat umum di Indonesia. Selain menjadi semacam bank lesson plan (RPP) dan toko pengetahuan bagi para guru, GoeSmart juga menawarkan fitur yang disebut G-Messenger, yaitu aplikasi chat yang memungkinkan semua pihak untuk berkomunikasi untuk membahas kemajuan belajar siswa.

Baca Juga  Beriklan di Televisi versus Facebook, Mana yang Efektif?

Kunjungi situs GoeSmart di sini


BulletinBoard

BulletinBoard | Screenshot

BulletinBoard adalah aplikasi yang bisa menghubungkan para guru dengan wali murid agar tetap bisa memantau berbagai kegiatan serta perkembangan anaknya di sekolah. Melalui platform ini, sang guru bisa memberikan berbagai informasi seputar kegiatan di sekolah, PR dan tugas, hingga perkembangan akademis dan perilaku anak.

Unduh aplikasi BulletinBoard di sini


7Pagi

7Pagi | Screenshot

7Pagi merupakan platform interaksi yang bisa digunakan untuk menghubungkan guru dengan orang tua siswa. Dengannya orang tua siswa dapat memantau dan mengetahui perkembangan anak mereka di sekolah melalui smartphone.

7Pagi memiliki empat fitur utama yaitu Diary sebagai pengganti buku penghubung, Information yang dirancang untuk menggantikan surat edaran, Class Activities untuk menyampaikan beragam informasi kegiatan kelas, dan Portfolio untuk informasi mengenai portofolio siswa selama di sekolah.

Download aplikasi 7Pagi di sini


KelasKita

Tampilan Kelas Online di KelasKita

Tampilan Kelas Online di KelasKita

KelasKita merupakan sebuah situs untuk belajar online yang dipadukan dengan fitur-fitur menarik khas media sosial. Setiap pengguna KelasKita bisa berbagi dan mempelajari berbagai macam konten pendidikan yang berkualitas.

Kunjungi situs KelasKita di sini


Sukawu

Sukawu | Screenshot

Sukawu adalah situs agregator yang memudahkan kamu untuk mencari berbagai kursus offline, terutama yang berhubungan dengan industri kreatif. Kamu bisa memilih beragam kursus, seperti kelas Photoshop, musik, atau produksi film.

Sukawu juga membuka kelas yang mereka rancang sendiri, dengan topik seputar pemilihan karier dan pengembangan diri. Mereka menawarkan kelas tersebut kepada murid, orang tua, serta guru.

Kunjungi situs Sukawu di sini


Bahaso

Bahaso | Screenshot

Bahaso merupakan aplikasi untuk belajar bahasa asing, yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia untuk menyediakan konten. Mereka melakukan monetisasi dengan cara memberlakukan sistem berlangganan untuk fitur-fitur tertentu.

Unduh aplikasi Bahaso di sini


MejaKita

MejaKita | Screenshot

MejaKita merupakan platform yang bisa memudahkan para pelajar untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mereka. Uniknya, platform ini digagas oleh sepuluh orang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), yang bekerja sama dengan platform developer Dicoding.

Baca Juga  Deretan Teknologi yang Mengubah Cara Perbankan Bekerja

Kunjungi situs MejaKita di sini


AIMSIS

Aimsis | Screenshot

AIMSIS merupakan aplikasi Software as a Service (SaaS) yang memungkinkan para guru untuk memasukkan nilai dan absensi siswa. Di akhir semester, para guru juga bisa menggunakan AIMSIS untuk mencetak buku besar (ledger) dan rapor.

Ketika berdiri di tahun 2013, AIMSIS sudah langsung mendapat pendanaan awal pertama. Mereka pun kembali menerima pendanaan awal kedua pada bulan Mei 2015 yang lalu.

Kunjungi situs AIMSIS di sini


Quintal

Quintal | Screenshot

Quintal merupakan sebuah platform yang bisa mempermudah proses belajar mengajar di sekolah. Mereka mempunyai beberapa fitur utama, yaitu fitur input nilai dan data absensi para siswa, serta fitur mencetak rapor secara otomatis setiap akhir semester.

Startup ini sendiri didirikan oleh Danny Saksono bersama dua rekannya, Henry Fausta dan Pieter Jontera Lius, pada tahun 2015 silam. Di bulan Juli 2016 yang lalu Quintal mendapatkan pendanaan tahap awal dengan nominal yang tidak disebutkan dari East Ventures.

Kunjungi situs Quintal di sini


Selain nama-nama di atas, masih ada banyak startup pendidikan lain yang beroperasi di Indonesia, misalnya Sibejoo dan Inibudi yang bersifat non-profit; startup pendidikan asing yang merambah ke Indonesia seperti Brainly, Quipper School, dan DuoLingo; serta startup pengembang game atau aplikasi edukasi seperti Educa Studio.

Daftar ini akan terus kami update di masa mendatang. Bagi kamu yang mempunyai informasi tentang startup pendidikan lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kami.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

The post [Update] Kumpulan Startup Pendidikan di Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.

[ad_2]
Sumber

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *