[Update] Raih Pendanaan Seri A, Qlapa Akan Fokus Kembangkan Tim

Update – pukul 14.19

Kami telah memperbaiki informasi mengenai investor Qlapa.


Artikel asli – pukul 09.00

Marketplace produk kerajinan tangan lokal Qlapa baru saja mengumumkan pendanaan seri A yang mereka dapatkan. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Aavishkaar Frontier Funds (AFF). Kapan Lagi Network (KLN), investor Qlapa, juga kembali menyuntikkan dana. Salah satu founder Kapan Lagi Network (KLN) juga menyuntikkan dana ke Qlapa. Pihak Qlapa sendiri tidak menyebutkan berapa nilai investasi yang mereka dapatkan.

AFF adalah ekstensi dari Aavishkaar, perusahaan investasi asal India. AFF berfokus untuk memberikan pendanaan kepada entrepreneur di negara-negara ekonomi berkembang di luar India, di antaranya Indonesia, Sri Lanka, Bangladesh dan Pakistan.

Sebelumnya, Qlapa mendapatkan pendanaan tahap seed dari Global Founders Capital (GFC), KLN, dan Angel Investor Budi Setiadharma.

Founder Qlapa, Benny Fajarai, menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk memaksikmalkan strategi user acquisition, pengembangan produk, dan membangun tim.

Tim Qlapa

Saat tim Qlapa merayakan ulang tahun startup mereka. Sumber gambar: LinkedIn

“Saat ini tim kami terdiri dari 35 orang. Kami harap tahun ini jumlah tim kami bisa bertambah dua kali lipat dan kami bisa pindah ke kantor yang lebih besar,” ujar pihak Qlapa melalui siaran pers yang kami terima.

Qlapa sempat menghadapi tantangan untuk mengubah pembeli dan penjual yang masih terbiasa belanja kerajinan dari offline ke online. Menurut Benny, pembeli lebih suka memegang langsung barang kerajinan saat di pameran. Tapi sekarang, kata Benny, semuanya sudah lebih baik.

Selain itu, Benny juga mengakui bahwa rekrutmen menjadi tantangan berikutnya. “Tantangan kedua adalah rekrutmen, terutama karena kita sangat selektif dalam memilih.”

Qlapa mengklaim saat ini mereka telah memiliki lebih dari empat ribu pengrajin yang terdaftar di platformnya. Sementara itu, ada 65 ribu produk kerajinan yang dijual di marketplace tersebut. Qlapa mendapatkan keuntungan sebesar sepuluh persen dari setiap transaksi yang berhasil.

Baca Juga  Konsultan Hukum Ini Tinggalkan Pekerjaan demi Dirikan Startup Equity Crowdfunding

Pelanggan Qlapa kebanyakan berada di rentang usia 25 tahun ke atas. Sebagian besar produk yang dijual di platform mereka adalah produk fesyen dan dekorasi rumah. Produk berbahan batik, kulit, dan kayu adalah produk yang paling banyak diminati.

Di Indonesia sendiri, Qlapa bersaing dengan dua pemain lainnya, di antaranya adalah Ku Ka dan startup asal Surabaya, Craftline.

(Diedit oleh Septa Mellina)

The post [Update] Raih Pendanaan Seri A, Qlapa Akan Fokus Kembangkan Tim appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Referensi

Leave your vote

points

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *